Israel Serang Armada Kemanusiaan Al-Sumud, 31 Orang Terluka
Aktivis internasional terluka ketika konvoi bantuan menuju Gaza diserang di perairan internasional, memicu sorotan baru terhadap blokade yang terus berlangsung.
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Sedikitnya 31 orang terluka setelah pasukan Israel menyerang armada kemanusiaan Al-Sumud (“Keteguhan”) saat berupaya mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh penyelenggara, armada yang membawa bantuan kemanusiaan, bahan bakar, dan barang-barang kebutuhan pokok tersebut diserang saat dalam perjalanan menuju Gaza dalam upaya menembus blokade laut yang diberlakukan atas wilayah tersebut.
Aktivis Internasional Termasuk di Antara Korban
Menurut pernyataan tersebut, para korban luka mencakup aktivis dari berbagai negara, yang menegaskan sifat internasional dari misi ini. Di antara yang terluka terdapat empat orang dari Selandia Baru dan Australia, tiga orang dari Italia dan Amerika Serikat, masing-masing dua orang dari Kanada, Belanda, Spanyol, Inggris, Kolombia, dan Jerman, serta masing-masing satu orang dari Hungaria, Ukraina, Prancis, Polandia, dan Portugal.
Konvoi tersebut menegaskan bahwa misinya bersifat murni kemanusiaan, dengan tujuan mengirimkan pasokan medis yang sangat dibutuhkan serta bahan bakar ke pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah tekanan logistik berat.
Armada Diserang di Perairan Internasional
Laporan menunjukkan bahwa angkatan laut Israel menyerang beberapa kapal yang tergabung dalam armada Al-Sumud di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Puluhan aktivis internasional yang berada di atas kapal juga ditahan dalam operasi tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap konvoi kemanusiaan yang berupaya mencapai Gaza, sekaligus memicu kembali sorotan terhadap penerapan blokade dan dampak kemanusiaannya.
Aktivis Turki Bersiap Bergabung
Dalam perkembangan paralel, sekelompok aktivis Turki mulai mempersiapkan kapal tambahan untuk bergabung dengan armada Al-Sumud, sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk menantang blokade dan mempertahankan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Langkah ini mencerminkan meningkatnya tekanan publik dan internasional untuk mengatasi memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, di tengah peringatan dari kelompok bantuan mengenai kekurangan serius dalam pasokan medis, bahan bakar, dan kebutuhan dasar.
Armada Al-Sumud berangkat untuk mengirimkan bantuan penting sekaligus menarik perhatian dunia terhadap kondisi di Gaza, di mana akses terhadap sumber daya vital tetap sangat dibatasi. (FG)


