Israel Siksa dan Permalukan Aktivis Armada Samoud, Picu Kemarahan Internasional
Sejumlah pemerintah Eropa dan Barat memanggil diplomat Israel dan menuntut pembebasan segera para aktivis setelah rekaman menunjukkan mereka diborgol dan diperlakukan secara merendahkan.
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Rekaman yang memperlihatkan penghinaan dan perlakuan buruk terhadap para aktivis Armada Samoud Global di dalam fasilitas penahanan Israel telah memicu gelombang kemarahan diplomatik internasional, mendorong sejumlah negara Eropa dan Barat memanggil duta besar Israel serta menuntut penjelasan segera.
Gelombang kecaman itu meledak pada hari Rabu setelah Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstremis, Itamar Ben-Gvir, mempublikasikan sebuah video yang menunjukkan para aktivis Armada Samoud diborgol dan dipaksa berlutut di tanah selama penahanan mereka, di tengah perlakuan yang merendahkan dan provokatif.
Para aktivis tersebut merupakan bagian dari misi sipil yang bertujuan mematahkan blokade Israel atas Gaza.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam keras tindakan Ben-Gvir terhadap para aktivis, seraya menyatakan bahwa apa yang dialami mereka di depan mata dunia menunjukkan besarnya pelanggaran yang setiap hari dialami rakyat Palestina. Doha menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk menghentikan provokasi Israel.
Spanyol Tuntut Permintaan Maaf dan Pembebasan Segera
Spain memanggil kuasa usaha Israel, Dan Poraz, sebagai protes atas apa yang digambarkannya sebagai perlakuan brutal, merendahkan, dan tidak manusiawi terhadap para aktivis.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, mengatakan bahwa ia menyaksikan video yang “mengerikan dan memalukan” yang memperlihatkan pasukan Israel dan Ben-Gvir memperlakukan para aktivis secara menghina dan tidak manusiawi, seraya mencatat bahwa warga negara Spanyol termasuk di antara para tahanan.
Albares menyatakan bahwa Madrid telah menyampaikan “penolakan total dan rasa jijik yang mendalam” kepada Israel, serta menuntut permintaan maaf resmi dan pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan.
Negara-Negara Eropa Panggil Utusan Israel
Duta Besar Germany untuk Israel, Steffen Seibert, mengecam tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima” dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar negara-negara Eropa.
Netherlands juga memanggil duta besar Israel terkait “perlakuan yang tidak dapat diterima” terhadap para aktivis, sementara Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menyebut gambar yang dipublikasikan Ben-Gvir sebagai sesuatu yang “mengejutkan” dan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia.
Canada, Belgium, France, Italy, dan Ireland juga memanggil diplomat Israel atau menuntut penjelasan resmi, dengan sejumlah pemerintah menyerukan pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan.
Inggris, Yunani, Turki, dan Slovenia Kecam Israel
Di United Kingdom, Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper mengungkapkan “kejutan mendalam” atas rekaman tersebut dan menyatakan bahwa tindakan Ben-Gvir melanggar standar paling dasar mengenai rasa hormat dan martabat manusia.
Greece mengecam keras perlakuan Ben-Gvir terhadap para aktivis, sementara Turkey menyatakan bahwa menteri Israel tersebut melakukan “kekerasan verbal dan fisik” terhadap peserta armada.
Menteri Luar Negeri Slovenia, Tanja Fajon, menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai sesuatu yang “mengerikan dan mengejutkan,” seraya menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak memiliki tempat dalam masyarakat demokratis mana pun.
Ben-Gvir Tertangkap Kamera Mengejek Aktivis yang Diborgol
Video yang dipublikasikan Ben-Gvir menunjukkan para aktivis dalam keadaan diborgol di dalam kapal militer dan fasilitas penahanan Israel, sementara menteri Israel tersebut mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan “Hidup Israel” di hadapan salah satu aktivis yang sedang dibelenggu.
Rekaman itu juga memperlihatkan personel keamanan Israel menyerang seorang aktivis perempuan yang meneriakkan “Kebebasan untuk Palestina,” sebelum mendorongnya dengan keras ke tanah dan menarik rambutnya.
Ben-Gvir terdengar menyuruh perempuan tersebut untuk “diam,” disertai senyum dan komentar provokatif.
Organisasi HAM Kecam Pembajakan Armada
Penyitaan kapal-kapal armada dan penahanan para aktivis telah menuai kecaman luas dari organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Amnesty International, yang menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan yang “memalukan dan tidak manusiawi.”
Armada Samoud Global merupakan inisiatif maritim ketiga dalam satu tahun terakhir yang bertujuan mematahkan blokade Israel atas Jalur Gaza, yang menghadapi kondisi kemanusiaan yang katastrofik di tengah kekurangan parah makanan, obat-obatan, dan bahan bakar sejak dimulainya perang Israel pada Oktober 2023. (FG)




