Israel Tangkap 10 Warga Palestina, Termasuk Mantan Tahanan di Nablus
Penggerebekan dini hari di kamp pengungsi dan lingkungan permukiman disertai penyerangan terhadap warga sipil serta penangkapan mantan tahanan dan pendidik
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Pasukan pendudukan Israel melakukan serangkaian penggerebekan berskala besar di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Selasa dini hari, menangkap sedikitnya sepuluh warga Palestina, termasuk sejumlah mantan tahanan, dalam operasi kekerasan yang berpusat di Nablus.
Penggerebekan dan Penyerangan di Kamp Pengungsi Balata
Di Kamp Pengungsi Balata, unit penyamaran Israel menyusup ke area tersebut sebelum diperkuat oleh pasukan militer tambahan. Pasukan pendudukan menggerebek dan menggeledah sejumlah rumah, menyerang seorang pemuda sakit dari keluarga al-Kaabi, serta menganiaya penghuni rumah lain milik keluarga al-Tayti.
Operasi di kamp tersebut berujung pada penangkapan lima pemuda, termasuk Hamouda al-Tayti, mantan tahanan Amir Abu Rayyala, Asim Kaabi, dan Rashid Ahmad Abu Amasha.
Penangkapan di Desa dan Lingkungan Sekitar
Secara paralel, pasukan Israel menggerebek desa Kafr Qalil dan lingkungan Sheikh Mounis di selatan Nablus, melakukan penggeledahan rumah sebelum menangkap Younis Sabri al-Qinni.
Penggerebekan juga meluas ke Kamp Pengungsi al-Ein di barat kota, di mana pasukan pendudukan menggerebek beberapa rumah dan menahan Ahmad Abu al-Rish.
Penargetan Mantan Tahanan dan Pendidik
Di lingkungan al-Ma‘ajin, barat Nablus, pasukan Israel menangkap mantan tahanan sekaligus dosen sosiologi di Universitas Nasional An-Najah, Mustafa al-Shannar, serta mantan tahanan dan guru sekolah Alaa Hamidan, setelah menggerebek rumah mereka.
Penangkapan terbaru ini merupakan bagian dari kampanye penggerebekan malam hari yang terus berlangsung di seluruh Tepi Barat, yang ditandai dengan penargetan sistematis terhadap mantan tahanan, akademisi, dan warga sipil di tengah eskalasi represi Israel. (FG)


