Israel Terus Langgar Gencatan Senjata: Tiga Orang Syahid di Gaza Timur
Tembakan, serangan udara, dan bombardemen artileri Israel meningkat di tengah pelanggaran berulang atas perjanjian gencatan senjata
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM — Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak dan seorang perempuan, gugur pada Sabtu akibat tembakan pasukan pendudukan Israel, seiring Israel terus melakukan pelanggaran sistematis terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza Strip.
Serangan-serangan tersebut disertai sejumlah serangan udara, tembakan artileri, dan tembakan langsung yang menargetkan wilayah-wilayah timur Gaza.
Warga Sipil Tewas oleh Tembakan Israel
Sumber medis mengonfirmasi kesyahidan Sanioura Al-Sheish (45), yang ditembak mati pasukan Israel di Beit Lahia, Gaza utara.
Sebelumnya, sumber medis lain melaporkan kesyahidan Haroun Nimer Asaad Bahar (27), yang ditembak pasukan pendudukan Israel di dekat area parkir di lingkungan Shujaiya, timur Kota Gaza.
Kemudian pada hari yang sama, Fatima Nimer Ma’rouf (11) juga gugur setelah ditembak pasukan Israel di Beit Lahia, barat laut Jalur Gaza.
Korban Luka di Sekitar Rumah Sakit dan Area Pengungsian
Dalam perkembangan terpisah, seorang warga Palestina ditembak di bagian perut oleh pasukan Israel di sekitar Nasser Hospital, barat Khan Younis, sebelum dilaporkan dua korban luka tambahan di halaman rumah sakit.
Sementara itu, 17 warga Palestina terluka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga pengungsi di kawasan Mawasi, Gaza selatan.
Serangan Udara dan Artileri Menargetkan Banyak Wilayah
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan tiga serangan udara di timur Khan Younis, sementara helikopter dan tank Israel melepaskan tembakan ke wilayah-wilayah timur kota tersebut.
Jet tempur Israel juga melancarkan serangan udara di timur Deir al-Balah, serta serangan lain yang menargetkan wilayah timur Gaza City.
Selain itu, kapal-kapal perang Israel melepaskan tembakan intensif ke laut lepas di lepas pantai Rafah. Para saksi juga melaporkan serangan udara Israel ke kota Rafah bersamaan dengan meningkatnya tembakan dari kendaraan militer Israel di utara kota tersebut.
Serangan Drone ke Tenda Pengungsian
Pada Jumat malam, sumber medis di Al-Shifa Hospital mengatakan bahwa empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan dan dua anak, mengalami luka kritis setelah sebuah drone Israel menjatuhkan bom ke tenda pengungsian di kawasan Al-Atatra, di luar zona penempatan pasukan Israel. Serangan itu kemudian diikuti dengan bombardemen artileri Israel ke area yang sama.
Pelanggaran Sistematis terhadap Perjanjian Gencatan Senjata
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Sejak perjanjian tersebut diberlakukan, lebih dari 424 warga Palestina telah gugur dan hampir 1.000 lainnya terluka akibat serangan Israel, lapor Kementerian Kesehatan.
Agresi Israel yang terus berlanjut ini menegaskan pola pelanggaran gencatan senjata yang sistematis, dengan sasaran warga sipil, populasi pengungsi, dan kawasan permukiman di seluruh Jalur Gaza. (FG)


