Jenderal Qaani: Biasakan Diri dengan Tatanan Baru Kawasan
Komandan Pasukan Quds IRGC menyatakan front perlawanan yang bersatu telah mengubah keseimbangan regional melalui operasi terkoordinasi di berbagai front
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Brigadir Jenderal Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa tatanan baru kawasan sedang terbentuk, didorong oleh operasi terkoordinasi front perlawanan di seluruh Asia Barat.
Dalam pesan terbarunya, Qaani menulis:
“Netanyahu bermimpi memperluas sabuk keamanan di kawasan, tetapi tembakan cerdas dan berani saudara-saudara kita di Hizbullah di utara dan Ansarullah di selatan telah mengungkap janji-janji palsu rezim kepada para pemukim.”
“Cita-cita para komandan syahid perlawanan telah terwujud: ruang komando front perlawanan kini menjadi satu.”
“Biasakan diri dengan tatanan baru kawasan.”
Pernyataan Qaani menunjukkan apa yang digambarkan para pejabat Iran sebagai meningkatnya keselarasan antar kelompok perlawanan yang beroperasi di berbagai front, dari Lebanon hingga Yaman.
Tekanan terkoordinasi yang diterapkan secara simultan di utara dan selatan mencerminkan pergeseran menuju operasi terpadu yang menantang asumsi strategis Israel dan Amerika Serikat di kawasan.
Persatuan Front adalah Mimpi Buruk
Dalam pernyataan terpisah pada kesempatan Idul Fitri, Qaani menekankan bahwa konsolidasi kekuatan perlawanan merupakan perkembangan strategis yang signifikan.
Ia menyatakan bahwa aksi-aksi mujahid dan tulus dari front perlawanan dalam melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak telah memicu kemarahan musuh.
“Sekarang jelas bagi semua bahwa front perlawanan memiliki kemampuan yang sangat berharga… dan telah memasuki perang melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis dengan keputusan mandiri dan strategi yang bijaksana,” ujarnya.
Menurut Qaani, persatuan front merupakan kekuatan umat Islam sekaligus mimpi buruk bagi arogansi global dan Zionisme internasional.
Kesyahidan dan Keberlanjutan Perlawanan
Qaani menegaskan bahwa kesyahidan para komandan tidak melemahkan, melainkan memperkuat front perlawanan.
“Yakinlah bahwa front kebenaran akan menjadi semakin kuat dan lebih berdaya setiap hari, dan kesyahidan para komandan dan pemimpin front ini akan melahirkan pertumbuhan baru serta menyuntikkan darah segar ke dalam tubuhnya.”
“Dengan berkah darah para syuhada, front ini akan melanjutkan perjuangannya melawan musuh-musuh Islam dan kemanusiaan dengan lebih kuat dan lebih kokoh dari sebelumnya.”
Keberlanjutan Kepemimpinan
Ia juga menegaskan kesinambungan kepemimpinan dan arah strategis perjuangan.
“Meskipun hari ini Imam para syuhada perlawanan tidak lagi bersama kita, pemikiran Revolusi Islam… akan terus berlanjut dengan kekuatan dan keteguhan di bawah kepemimpinan Ayatullah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei.”
Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran memandang perkembangan saat ini sebagai bagian dari transformasi lebih luas menuju struktur perlawanan regional yang terpadu dan berkelanjutan. (FG)


