Jenderal Qaani Puji Ansarallah: Masuknya Yaman ke Medan Perang Picu Mundurnya Kapal Induk AS
Komandan Pasukan Quds IRGC memuji peran menentukan Yaman melawan AS dan Israel, serta memperingatkan bahwa front perlawanan terpadu sedang mengubah keseimbangan kekuatan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Mayor Jenderal Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds IRGC, memuji gerakan Ansarallah Yaman atas dukungan berkelanjutannya terhadap umat Islam dan perannya yang menentukan dalam menghadapi agresi AS dan Israel di kawasan.
Dalam pesannya kepada perlawanan Yaman, Qaani menggambarkan aksi Yaman sebagai “bab emas baru dan pedang tajam” yang muncul pada saat yang tepat dalam membela nilai-nilai Islam dan bangsa-bangsa tertindas, khususnya rakyat Gaza.
Peran Yaman Picu Mundurnya Kapal Induk AS
Qaani menyoroti pergerakan kapal induk AS Gerald Ford, yang menurutnya selama lebih dari dua pekan bergerak tanpa kepastian antara Yanbu dan Jeddah sebelum akhirnya mundur.
Ia menyatakan bahwa keraguan dan penarikan tersebut harus dipahami dalam konteks meningkatnya kehadiran militer dan tekanan strategis Yaman.
“Rahasia di balik keraguan dan kemunduran ini terletak pada pegunungan yang menjulang dan tanah Yaman yang diberkahi,” kata Qaani.
Qaani Tegaskan Lahirnya Tatanan Kawasan Baru
Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Mayor Jenderal Esmail Qaani menegaskan bahwa operasi terkoordinasi pasukan perlawanan—dari Lebanon hingga Yaman—telah meruntuhkan ilusi Israel tentang perluasan sabuk keamanan regional.
Merujuk pada pernyataan Benjamin Netanyahu, Qaani mengatakan ambisi tersebut telah dipatahkan oleh “api cerdas dan berani” Hizbullah di utara dan Ansarallah di selatan.
“Mimpi para komandan syahid perlawanan telah terwujud: ruang operasi front perlawanan adalah satu,” tegasnya.
Ia menutup dengan peringatan langsung:
“Biasakan diri dengan tatanan kawasan yang baru.”
Dukungan Berkelanjutan untuk Gaza dan Front Perlawanan
Dalam konteks yang sama, Qaani menegaskan kembali dukungan berkelanjutan terhadap umat Islam, khususnya rakyat Gaza yang tertindas, dengan menyebut aksi perlawanan sebagai cerminan kesadaran strategis di seluruh kawasan.
Ia menambahkan bahwa perkembangan ini dapat membuka jalan bagi pencabutan blokade terhadap Yaman dan pencapaian pembebasan penuh.
Pesan tersebut juga menegaskan bahwa Republik Islam tetap berkomitmen pada “tugas ilahi”-nya, dengan terus mendukung kekuatan perlawanan di seluruh front.
Pemblokiran Akun Soroti Perang Narasi
Secara terpisah, dilaporkan bahwa platform media sosial X dengan cepat menangguhkan akun Qaani tak lama setelah ia mempublikasikan pesannya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk membendung pengaruh narasi perlawanan yang terus menguat, seiring konfrontasi yang semakin meluas ke ranah perang informasi dan persepsi. (FG)



