Jenderal Rezaei: Trump Telah Membawa Negosiasi ke Jalan Buntu
Mohsen Rezaei mengatakan bahwa Trump telah membuat negosiasi Iran-AS terhenti dan memperingatkan bahwa agresi baru dapat memperluas konflik ke seluruh kawasan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membawa perundingan antara Teheran dan Washington ke jalan buntu, seraya memperingatkan bahwa setiap agresi baru Amerika terhadap Iran dapat memperluas konflik ke berbagai jalur strategis dan medan operasi militer di kawasan.
Dalam wawancaranya dengan CNN, Rezaei mengatakan bahwa kebuntuan dalam negosiasi saat ini hanya dapat diakhiri oleh Washington.
“Bola ada di tangan Trump,” ujarnya.
Rezaei Peringatkan Bahaya Agresi Baru AS
Rezaei memperingatkan bahwa jika perang kembali dimulai dan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan, maka konflik akan meluas melampaui Teluk Persia.
“Jika perang berlanjut dan blokade laut tidak dicabut, kami akan memperluas konflik ke Samudra Hindia, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, dan Laut Mediterania,” katanya.
“Kami akan menambahkan dimensi baru dalam perang dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika lainnya.”
Rezaei menambahkan bahwa Amerika Serikat akan menderita kerugian yang jauh lebih besar jika memutuskan untuk kembali melancarkan agresi militer terhadap Iran.
Menurutnya, Washington akan memasuki “koridor gelap” apabila kembali memulai konflik.
Aset yang Dibekukan Menjadi Ujian Kepercayaan
Rezaei mengatakan bahwa masa depan setiap kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat bergantung pada kesediaan Washington untuk membebaskan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS yang masih dibekukan.
Ia menggambarkan isu tersebut sebagai ujian kepercayaan antara kedua pihak.
“Jika Trump serius dalam negosiasi, maka 24 miliar dolar bukanlah jumlah yang besar bagi Amerika,” kata Rezaei.
“Jika ia benar-benar menginginkan kesepakatan dengan Iran, pembebasan dana tersebut akan menjadi ujian kepercayaan. Uang itu milik Iran, bukan milik Amerika.”
Menurut Rezaei, pencairan aset tersebut dapat membuka cakrawala baru dalam hubungan antara Teheran dan Washington serta membantu mengakhiri kebuntuan yang saat ini terjadi dalam perundingan.
Pesan Rezaei kepada Trump
Ketika ditanya mengenai pesannya kepada presiden Amerika Serikat, Rezaei mengatakan bahwa Trump harus mengambil keputusan secara independen dari Israel dan mengakui hak-hak rakyat Iran.
“Tuan Trump harus membuat keputusan secara independen dari Israel. Ia harus mengakui hak-hak rakyat Iran, mengakhiri blokade, dan membebaskan aset Iran yang dibekukan,” ujarnya.
Menurut Rezaei, langkah-langkah tersebut dapat membuka babak baru dalam hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Trump harus mengesampingkan kepentingan pribadinya dan memikirkan kepentingan rakyat Amerika. Jika ia memiliki keberanian untuk melakukan itu, banyak persoalan dapat diselesaikan di masa depan.”
Rezaei juga menepis kemungkinan adanya pertemuan antara Presiden Trump dan Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei, dengan menyatakan bahwa pertemuan semacam itu tidak akan terjadi selama negosiasi masih berada dalam kondisi buntu. (FG)


