Jet Tempur F/A-18 Marinir AS Jatuh di Washington, Picu Kebakaran Hutan
Pesawat tempur F/A-18 Hornet milik Korps Marinir Amerika Serikat jatuh saat menjalankan misi latihan rutin dan memicu kebakaran hutan. Militer AS telah membuka penyelidikan
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Sebuah jet tempur F/A-18 Hornet milik Korps Marinir Amerika Serikat jatuh di kawasan pegunungan Negara Bagian Washington saat menjalankan misi latihan rutin pada Sabtu, memicu kebakaran hutan dan operasi darurat berskala besar.
Menurut Korps Marinir AS, pesawat tersebut berasal dari Marine Aircraft Group 11 yang berada di bawah 3rd Marine Aircraft Wing dan bermarkas di Marine Corps Air Station Miramar, California.
Pejabat militer menyatakan pesawat tempur itu jatuh di dekat Rimrock Lake sekitar tengah hari waktu setempat ketika sedang melaksanakan penerbangan latihan.
Pilot Berhasil Melontarkan Diri
Pilot pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan dan kemudian dievakuasi oleh otoritas setempat.
Departemen Pemadam Kebakaran Naches menyatakan bahwa pilot hanya mengalami luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis.
Petugas darurat juga mengevakuasi para pengunjung yang berkemah di sekitar lokasi serta meminta masyarakat menjauhi kawasan tersebut selama operasi penyelamatan dan pemadaman berlangsung.
Kebakaran Hutan Dipicu oleh Insiden
Jatuhnya pesawat memicu kebakaran hutan di kawasan berhutan sekitar lokasi kecelakaan. Otoritas setempat mengerahkan sejumlah helikopter, mobil pemadam kebakaran, dan tim darat untuk mengendalikan api serta mencegah penyebarannya.
Hingga Sabtu malam, upaya pemadaman masih terus berlangsung dengan dukungan berbagai unit udara dan personel darurat di lapangan.
Korps Marinir AS menyatakan telah membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Pejabat Amerika memperkirakan proses investigasi dapat berlangsung selama beberapa bulan sebelum kesimpulan resmi diumumkan.
Insiden ini terjadi di kawasan sekitar Gunung Rainier yang dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi lokasi sejumlah kecelakaan penerbangan militer. Pada Oktober 2024, sebuah pesawat EA-18G Growler milik Angkatan Laut AS jatuh saat menjalankan misi latihan rutin di wilayah yang sama, menewaskan kedua awaknya dan memicu operasi pencarian serta evakuasi berskala besar. (PW)


