Jumlah Korban Tewas Naik jadi 16 dalam Penembakan di Bondi Beach, Sydney
Otoritas mengonfirmasi satu pelaku termasuk di antara korban tewas saat penyelidikan berlanjut; insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global
Australia | FAKTAGLOBAL.COM — Sedikitnya 16 orang tewas dan 40 lainnya terluka akibat penembakan di Bondi Beach, Sydney, menurut pernyataan yang dirilis pada Minggu oleh Kepolisian New South Wales (NSW).
Polisi mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas tersebut termasuk satu dari dua pelaku yang terlibat dalam insiden itu, yang memicu respons darurat besar-besaran di salah satu kawasan pesisir paling ramai di Australia.
“Polisi dapat mengonfirmasi 16 orang meninggal dunia dan 40 orang masih dirawat di rumah sakit setelah penembakan kemarin di Bondi,” kata Kepolisian NSW.
Hingga kini, otoritas belum mengungkap identitas para korban maupun rincian lengkap mengenai kronologi dan keadaan serangan, dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.
Respons Darurat dan Evakuasi Area
Penembakan tersebut mendorong evakuasi Bondi Beach, dengan polisi menutup area dan mengimbau publik untuk menjauh sementara tim forensik melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
Bondi Beach—destinasi wisata global dan simbol ruang publik Sydney—tetap berada di bawah pengamanan ketat saat penyidik mengumpulkan bukti dan menilai rangkaian peristiwa.
Latar Global dan Peringatan atas Politisasi
Meski otoritas Australia belum mengaitkan serangan ini dengan aktor eksternal atau motif tertentu, insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan internasional, terutama ketika perang Israel yang berkelanjutan di Gaza terus memicu kemarahan global, manipulasi politik, dan peningkatan sekuritisasi di negara-negara Barat yang bersekutu dengan Tel Aviv dan Washington.
Para pengamat memperingatkan agar tidak melakukan politisasi prematur atas tragedi ini atau mengeksploitasi kematian warga sipil untuk mendorong narasi kebijakan luar negeri, membungkam perbedaan pendapat, atau membenarkan perluasan langkah-langkah keamanan yang secara tidak proporsional menargetkan para pengkritik tindakan Israel. (FG)


