Juru Bicara Khatam al-Anbiya: AS Terhina di Asia Barat
Pernyataan menegaskan bahwa retorika kasar dan ancaman tak berdasar tidak akan mampu menutupi kegagalan berulang Washington di kawasan
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah terhina di seluruh kawasan Asia Barat, menegaskan bahwa “retorika tidak sopan dan ancaman tanpa dasar” dari Presiden AS tidak akan mampu membalikkan kegagalan berulang Washington di kawasan.
Menanggapi pernyataan terbaru Donald Trump, juru bicara tersebut mengatakan bahwa bahasa yang digunakan oleh pemimpin Amerika mencerminkan kebuntuan strategis serta upaya untuk membenarkan kekalahan militer yang berturut-turut.
Gelombang 98 Operasi Janji Sejati IV Diluncurkan
Menurut pernyataan tersebut, pasukan Angkatan Laut dan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan fase baru operasi ofensif terkoordinasi dengan sandi “Ya Sayyid al-Sajidin (AS)” sebagai bagian dari Gelombang ke-98 Operasi Janji Sejati IV.
Operasi ini menargetkan pusat komando, fasilitas operasional, jaringan logistik, serta infrastruktur industri-militer milik Amerika dan rezim Zionis di berbagai lokasi.
Aset AS dan Zionis Diserang di Berbagai Wilayah
Pada fase awal, pasukan Angkatan Laut IRGC menargetkan kapal kontainer “SDN 7” yang terkait dengan rezim Zionis menggunakan rudal jelajah, menyebabkan kerusakan besar dan kebakaran luas.
Sebuah kapal serbu amfibi milik AS dengan nomor lambung LHA-7 juga menjadi sasaran serangan dan dipaksa mundur hingga ke kedalaman Samudra Hindia.
Serangan rudal balistik turut menghantam target strategis di utara dan selatan Tel Aviv, fasilitas penting di Haifa, perusahaan dan pabrik kimia di Be’er Sheva, serta lokasi berkumpulnya pasukan Zionis di Petah Tikva.
Operasi Meluas ke UEA, Kuwait, dan Irak
Dalam fase lain, fasilitas produksi drone gabungan yang terkait dengan rezim Zionis di Uni Emirat Arab menjadi sasaran, bersama sejumlah pesawat yang ditempatkan di Pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait.
Pada tahap kedua Gelombang 98, pangkalan AS Al-Adiri di Kuwait diserang dengan rudal dan drone, yang mengakibatkan hancurnya fasilitas penyimpanan helikopter dan tempat tinggal pasukan Amerika.
Secara bersamaan, perlawanan Islam Irak melancarkan serangan efektif terhadap pusat komando dan kendali di Pangkalan Victoria milik AS di Baghdad.
Lima lokasi persembunyian kelompok teroris di Irak utara juga diserang melalui operasi drone presisi setelah diidentifikasi melalui intelijen.
Angkatan Darat Iran Ikut Dalam Operasi Ofensif
Angkatan Darat Republik Islam Iran juga melaksanakan serangan terkoordinasi menggunakan drone bunuh diri Arash-2, menargetkan Pangkalan Al-Kharj dan Kamp Al-Adiri milik pasukan Amerika.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pesawat AWACS E-3 dan drone MQ-9 berfungsi sebagai “mata” Amerika di kawasan, sementara Pangkalan Al-Kharj memainkan peran kunci karena menjadi pusat dukungan operasi, termasuk pesawat pengintai dan pengisian bahan bakar udara.
Kamp Al-Adiri, yang menjadi lokasi penempatan pasukan darat, unit khusus, dan unit helikopter “Night Stalkers”, disebut sebagai salah satu pusat penting dalam operasi gagal AS di selatan Isfahan, dan kini telah menjadi target langsung serangan Iran.
Keberhasilan Pertahanan Udara Iran
Jaringan pertahanan udara terpadu Iran, yang dioperasikan oleh Angkatan Darat dan IRGC, melaporkan sejumlah keberhasilan dalam mencegat target musuh dalam beberapa jam terakhir:
Satu drone Orbiter ditembak jatuh di Kermanshah
Satu drone Hermes-900 dihancurkan di Andimeshk
Dua drone MQ-9 ditembak jatuh di Isfahan dan Qeshm
Satu rudal jelajah JASSM dicegat oleh IRGC
Dua rudal jelajah Tomahawk dan JASSM dicegat oleh Angkatan Darat di Teheran dan Hamedan
Ancaman AS Tidak Akan Membalikkan Kekalahan
Juru bicara menegaskan bahwa ancaman arogan dan tidak berdasar dari Presiden AS merupakan cerminan dari kegagalan strategis dan keputusasaan, serta tidak akan mempengaruhi kelanjutan operasi ofensif Iran.
“Pernyataan-pernyataan ini tidak akan menghentikan serangan tegas dan berkelanjutan para pejuang Islam terhadap musuh Amerika dan Zionis, dan tidak akan mampu memulihkan kredibilitas yang hilang maupun membalikkan penghinaan Amerika di Asia Barat,” demikian pernyataan tersebut.
Ia menutup dengan peringatan:
“Dengan setiap tindakan yang kalian lakukan, satu kekalahan baru akan ditambahkan pada rangkaian kekalahan kalian sebelumnya.”
“Dan kemenangan hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (FG)


