Jutaan Pelayat Bersumpah Setia, SNSC ke AS-Israel: Lihat! Inilah Iran
Dewan tersebut mengatakan lautan besar pelayat yang memenuhi Teheran memberikan jawaban yang jelas terhadap agresi AS-Israel baru-baru ini melalui dua slogan yang bergema di sepanjang prosesi
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) menyatakan bahwa jumlah pelayat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemakaman Imam Syahid Ayatollah Sayyed Ali Khamenei telah menunjukkan gagalnya perkiraan Amerika Serikat dan Israel bahwa Republik Islam dapat dijatuhkan dalam hitungan hari.
Dalam sebuah pesan yang dikeluarkan saat rangkaian pemakaman pada Ahad, SNSC secara langsung menyapa musuh-musuh Iran.
“Perhatikan Iran dalam beberapa hari mendatang. Inilah Iran yang kalian kira dapat kalian tumbangkan hanya dalam hitungan hari.”
Dewan tersebut mengatakan lautan besar pelayat yang memenuhi Teheran memberikan jawaban yang jelas terhadap agresi AS-Israel baru-baru ini melalui dua slogan yang bergema di sepanjang prosesi pemakaman:
“Perlawanan terhadap musuh, dan pembalasan atas darah Pemimpin.”
Jutaan Orang Memenuhi Teheran
Jutaan orang berkumpul di Grand Mosalla Teheran dan jalan-jalan sekitarnya untuk melaksanakan salat jenazah serta memberikan penghormatan terakhir kepada Imam Syahid Khamenei. Para pelayat terus berdatangan dari berbagai wilayah Iran dan dari luar negeri.
Menurut perkiraan Iran, para peserta datang dari lebih dari 100 negara, bersama delegasi resmi, para pemimpin Perlawanan, dan ulama. Bendera merah, bendera nasional Iran, serta potret Pemimpin Syahid memenuhi ibu kota, sementara seruan untuk perlawanan dan pembalasan menggema di sepanjang prosesi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengumumkan bahwa perwakilan dari lebih dari 70 negara telah datang ke Iran untuk menghadiri rangkaian pemakaman, seraya menggambarkan momentum tersebut sebagai tonggak yang akan dikenang dalam hubungan internasional Iran.
Mantan Pejabat Shin Bet Akui Kekuatan Iran
Skala pemakaman tersebut juga menarik perhatian di Israel.
Mantan pejabat senior Shin Bet Amit Assa mengatakan kepada i24NEWS bahwa rangkaian pemakaman itu “menunjukkan kekuatan Iran,” dan menambahkan bahwa besarnya jumlah pelayat membuktikan pemerintah Iran “masih mengendalikan jalanan.”
Ia juga mengkritik pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa Trump “tidak benar-benar memahami siapa yang ia hadapi” dan sedang “menuju ke arah yang salah” meskipun baru-baru ini memiliki pengalaman di Timur Tengah. (PW)


