Jutaan Warga Yaman Bangkit untuk Palestina, Siap Memasuki “Fase Berikutnya”
Jutaan rakyat Yaman membanjiri jalanan dalam gelombang besar iman dan perlawanan, menegaskan dukungan teguh bagi Palestina serta kesiapan penuh menghadapi fase yang akan datang.
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Jutaan warga Yaman turun ke jalan di berbagai wilayah negara itu pada hari Jumat, menjawab seruan global yang dikeluarkan awal pekan ini oleh faksi-faksi perlawanan Palestina untuk mobilisasi rakyat secara luas melawan perang Israel di Gaza dan para pendukung internasionalnya.
Seruan tersebut mengajak digelarnya pawai dan aksi massa besar-besaran di kota-kota di seluruh dunia—terutama pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu—sebagai ekspresi suara nurani global terhadap apa yang digambarkan sebagai kejahatan Zionis yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina, yang dilakukan dengan dukungan langsung Barat dan di tengah kebisuan internasional yang meluas.
Mobilisasi ini berlangsung sementara Gaza terus menghadapi serangan brutal Israel, krisis kemanusiaan yang kian parah, serta upaya-upaya politik berkelanjutan yang bertujuan menyingkirkan atau menghancurkan perjuangan Palestina.
Yaman Menjawab di Bawah Panji Iman dan Perlawanan
Di Yaman—yang sejak lama memposisikan diri sebagai pendukung utama Palestina—responsnya datang cepat dan meluas. Aksi-aksi massa ini menyusul pidato televisi Sayyid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi, yang memperingatkan tentang fase kritis dan berbahaya dalam konfrontasi yang digerakkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Ia menyerukan kepada rakyat Yaman untuk terlibat dalam mobilisasi massa yang luas, berkelanjutan, dan terlihat jelas, menegaskan bahwa momen saat ini menuntut kejelasan sikap, tanggung jawab moral, serta kesiapan menghadapi agresi yang meningkat terhadap Palestina dan kawasan secara keseluruhan.
Para demonstran memadati Lapangan Al-Sabeen di Sana’a serta alun-alun utama di berbagai provinsi, membentuk salah satu mobilisasi serentak terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Massa mengibarkan bendera Yaman dan Palestina, mengangkat mushaf Al-Qur’an, serta membawa spanduk-spanduk yang menolak pendudukan Israel dan keterlibatan Barat.
Para peserta menegaskan bahwa sikap Yaman terhadap Palestina bukanlah simbolik, melainkan berakar pada keyakinan iman dan rasa takdir bersama dengan rakyat Palestina.
“Teguh dan Siap untuk Putaran Berikutnya”
Aksi-aksi tersebut digelar dengan slogan, “Sebagai respons dan dukungan bagi rakyat Palestina… teguh dan siap untuk putaran berikutnya,” sebuah frasa yang terus bergema di seluruh lokasi unjuk rasa di penjuru negeri.
Para orator dan peserta aksi menekankan bahwa Yaman tidak akan meninggalkan Gaza dalam keadaan apa pun, menegaskan bahwa penderitaan Palestina tidak terpisahkan dari perjuangan umat melawan pendudukan dan dominasi.
Dalam rangkaian aksi tersebut, sebuah pernyataan terpadu dibacakan, yang memberikan mandat rakyat sepenuhnya kepada kepemimpinan Yaman untuk mengambil semua opsi yang diperlukan melawan apa yang disebut sebagai agresi Zionis-Amerika. Pernyataan itu membingkai mobilisasi ini sebagai jawaban langsung atas seruan para pejuang Palestina serta sebagai ekspresi kesiapan memasuki fase konfrontasi yang lebih luas.
Para demonstran juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai pengabaian Arab dan internasional terhadap Gaza, serta menyerukan kepada bangsa-bangsa dan masyarakat dunia untuk mematahkan apa yang mereka gambarkan sebagai keadaan diam dan tunduk.
Dari Solidaritas Massa Menuju Konfrontasi Eksistensial
Pernyataan terpadu tersebut menuduh Israel—dengan dukungan Washington—melakukan genosida di Gaza, serta menolak perjanjian dan jaminan internasional yang dinilai berulang kali gagal mengekang tindakan Israel.
Pernyataan itu menegaskan bahwa komitmen yang dipromosikan para pemimpin Barat telah dilanggar sejak awal, sementara hanya poros perlawanan yang mengambil langkah nyata untuk membela Palestina dan menghadapi ambisi ekspansionis Israel.
Para demonstran menegaskan bahwa berdiri bersama Gaza, bersama Lebanon dan Iran, merupakan satu front pertahanan terpadu melawan proyek-proyek yang bertujuan membentuk ulang kawasan di bawah panji “Israel Raya”.
Aksi-aksi tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa mobilisasi Yaman telah melampaui sekadar ekspresi solidaritas, menandai peralihan menuju kesiapan rakyat dan militer untuk menghadapi apa yang digambarkan sebagai konfrontasi eksistensial melawan dominasi Zionis-Amerika.
Para penyelenggara dan peserta menegaskan bahwa kehadiran massa dalam jumlah besar ini menyampaikan pesan tegas bahwa Yaman tetap berkomitmen penuh kepada Palestina, serta memperingatkan bahwa eskalasi agresi hanya akan semakin menguatkan tekad Yaman, bukan melemahkannya. (FG)


