Kapal Perusak AS Lumpuh di Pasifik — ‘Mati di Air’ Usai Kebakaran Besar
USS Higgins kehilangan daya dan propulsi setelah kebakaran besar di dalam kapal, memicu pertanyaan baru tentang kesiapan Angkatan Laut AS
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS dilumpuhkan di Samudra Pasifik setelah kebakaran besar terjadi di dalam kapal, membuatnya kehilangan daya listrik dan sistem propulsi untuk beberapa waktu.
Media Amerika melaporkan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Higgins, kapal perang kelas Arleigh Burke, mengalami kebakaran signifikan di salah satu bagian teknis utama kapal.
Menurut CBS News, insiden tersebut menyebabkan pemadaman listrik total dan melumpuhkan sistem propulsi kapal—menempatkannya dalam kondisi yang dalam istilah angkatan laut disebut sebagai “mati di air.”
Meningkatnya Pertanyaan atas Kesiapan Angkatan Laut AS
Kebakaran dilaporkan terjadi di salah satu kompartemen teknik utama kapal, yang secara langsung memengaruhi sistem operasional penting.
Hilangnya daya listrik dan kemampuan propulsi secara bersamaan secara efektif membuat kapal perusak tersebut tidak dapat bergerak di perairan terbuka, memicu kekhawatiran tentang ketahanan sistem di dalam kapal serta efektivitas respons darurat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap kesiapan operasional Angkatan Laut AS, khususnya terkait platform yang menua dan tantangan keandalan.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan menyoroti kekhawatiran mengenai penumpukan backlog perawatan dan kegagalan sistem di berbagai bagian armada.
Masalah pada Kapal Perang Canggih AS
Perkembangan ini mengikuti kritik sebelumnya yang ditujukan kepada kapal induk USS Gerald R. Ford, yang berulang kali menghadapi masalah terkait sistem teknologi canggih dan kinerja keandalannya.
Dalam perkembangan terpisah yang sebelumnya dilaporkan oleh Bloomberg, dua kapal perusak Angkatan Laut AS terpaksa mundur saat mencoba melintasi Selat Hormuz setelah menerima peringatan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut sumber intelijen kawasan yang dikutip dalam laporan tersebut, kedua kapal perang itu berbalik arah setelah menerima peringatan langsung, dengan IRGC juga mengerahkan drone di sekitar kapal-kapal tersebut.
Lumpuhnya USS Higgins menambah pola tantangan operasional yang semakin meningkat yang dihadapi Angkatan Laut AS, seiring insiden di laut dan penarikan paksa dari jalur perairan strategis terus memunculkan pertanyaan tentang kemampuan mereka dalam mempertahankan operasi maritim jangka panjang. (FG)


