Kekuatan Dunia Sambut Nota Kesepahaman Iran–AS, Fokus Tertuju ke Selat Hormuz
Pemerintah di Asia Barat, Eropa, dan Asia menyambut Nota Kesepahaman Iran–AS, seraya menekankan pentingnya stabilitas kawasan, keamanan maritim, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Dukungan internasional terus mengalir menyusul tercapainya Nota Kesepahaman (MoU) antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, sebuah kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi perundingan menuju penyelesaian permanen.
Kesepakatan tersebut memicu gelombang respons dari para pemimpin regional dan dunia. Pemerintah di berbagai negara West Asia, Eropa, dan Asia menggambarkannya sebagai peluang penting untuk meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas.
Perserikatan Bangsa-Bangsa Sambut Langkah Deeskalasi
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju deeskalasi.
Guterres mengatakan bahwa kesepahaman tersebut mencakup gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja bagi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
Ia menyatakan harapannya agar kesepakatan tersebut dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Negara-Negara Teluk Dukung Terobosan Diplomatik
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk mengurangi ketegangan serta memulihkan keamanan kawasan.
Riyadh menekankan pentingnya memulihkan kebebasan navigasi dan keamanan maritim di Selat Hormuz ke kondisi sebelum perang. Kerajaan juga memuji upaya mediasi Pakistan dan Qatar yang berperan dalam memfasilitasi dialog antara Washington dan Teheran.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani turut menyambut Nota Kesepahaman tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pakistan serta seluruh pihak regional dan internasional yang membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan tercapainya kesepakatan.
Qatar juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat keamanan regional dan internasional melalui dialog dan solusi damai.
Kementerian Luar Negeri Kuwait juga menyambut kesepakatan tersebut dan menyerukan kepada seluruh pihak agar mengikuti perundingan mendatang dengan semangat positif dan konstruktif demi memperkuat kerja sama dan stabilitas kawasan.
Sementara itu, Irak kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi diplomatik dan menyambut langkah-langkah yang mengarah pada pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.


Jepang dan Turki Dukung Upaya Perdamaian
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyambut Nota Kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat dan menggambarkannya sebagai langkah positif menuju penghentian permusuhan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah menuju perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
Fidan menekankan pentingnya sikap yang bijaksana dan bertanggung jawab dari seluruh pihak guna mencegah upaya-upaya yang dapat menggagalkan kesepakatan serta menjaga keamanan regional.
Kekuatan Eropa Serukan Implementasi Penuh
Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia mengeluarkan pernyataan bersama yang menyambut Nota Kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.
Keempat negara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada Iran, Amerika Serikat, Pakistan, Qatar, serta seluruh mediator yang terlibat dalam terobosan diplomatik tersebut.
Menurut pernyataan bersama itu, kesepakatan tersebut menghadirkan peluang untuk memulihkan stabilitas kawasan dan memperkuat perekonomian global.
Negara-negara Eropa tersebut menegaskan bahwa pembukaan segera Selat Hormuz dengan kebebasan navigasi tanpa hambatan merupakan hal yang sangat penting.
Mereka juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya tersebut melalui misi defensif dan independen guna melindungi pelayaran komersial serta mendukung operasi pembersihan ranjau jika diperlukan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa perhatian kini harus difokuskan pada implementasi penuh Nota Kesepahaman tersebut, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan penyelesaian rincian kesepakatan nuklir.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut kesepakatan tersebut dan menyerukan pelaksanaannya secara cepat dan menyeluruh oleh seluruh pihak yang terlibat.
Macron juga menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan stabilitas jangka panjang Lebanon, serta menekankan pentingnya gencatan senjata yang berkelanjutan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyambut kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah implementasi penuh dan cepat, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ia menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Lebanon tetap menjadi bagian penting dari keamanan kawasan.
China Soroti Pentingnya Selat Hormuz
Kementerian Luar Negeri China menyambut Nota Kesepahaman tersebut dan menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi pasokan energi global dan perdagangan internasional.
Beijing menyerukan kerja sama internasional yang berkelanjutan guna menjamin stabilitas dan keamanan salah satu jalur maritim paling penting di dunia tersebut.
Selat Hormuz Menjadi Fokus Utama
Selat Hormuz muncul sebagai fokus utama dalam hampir seluruh respons internasional terhadap kesepakatan tersebut.
Sebagai salah satu jalur energi dan perdagangan paling vital di dunia, kawasan perairan tersebut tetap memegang peranan penting bagi stabilitas ekonomi global dan keamanan regional.
Menurut sumber yang mengetahui perkembangan perundingan, proses pembukaan kembali Selat Hormuz diperkirakan akan dimulai setelah penandatanganan resmi Nota Kesepahaman yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang.
Sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon.
Nota Kesepahaman itu juga mencakup pencabutan blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran serta pembentukan kerangka perundingan menuju kesepakatan komprehensif final setelah pihak lain memenuhi seluruh komitmennya berdasarkan MoU tersebut. (PW)




