Kesatuan Front Perlawanan: Israel Serang Iran, Tehran dan Yaman Lancarkan Serangan Balasan
Iran dan Yaman meluncurkan serangan rudal ke Palestina yang diduduki setelah serangan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran, memicu peringatan di berbagai wilayah.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Iran dan Yaman melancarkan serangan rudal ke Palestina yang diduduki pada Senin setelah pasukan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran, membuka babak baru konfrontasi regional yang membentang dari Iran hingga Laut Merah.
Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran, Isfahan, Tabriz, dan Karaj setelah serangan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran pada dini hari Senin.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian mengonfirmasi bahwa wilayah Iran telah menjadi sasaran serangan. IRGC menyatakan bahwa rezim Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dan ditembakkan dari luar wilayah udara Iran.
Para pejabat Iran mengatakan tidak ada pesawat tempur Israel yang memasuki wilayah udara Iran selama operasi tersebut berlangsung, seraya menambahkan bahwa rudal-rudal itu diluncurkan dari luar perbatasan negara.
Media Israel juga melaporkan bahwa Bandara Internasional Mehrabad di Teheran termasuk di antara lokasi yang menjadi sasaran serangan.
Sementara itu, koresponden Al Mayadeen di Baghdad melaporkan bahwa sebuah ledakan kuat dengan sumber yang belum diketahui terdengar di berbagai wilayah ibu kota Irak, meskipun otoritas Irak belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.
Yaman Masuki Medan Tempur
Beberapa jam setelah serangan terhadap Iran, militer Israel mengumumkan bahwa sebuah rudal telah diluncurkan dari Yaman menuju wilayah pendudukan.
Sirene peringatan serangan udara berbunyi di wilayah yang luas, termasuk Al-Quds yang diduduki, Tel Aviv, Lachish, Shfela, Judea, kawasan Laut Mati, Shomron, Dan, Yarkon, dan wilayah pesisir.
Militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya diaktifkan untuk mencoba mencegat rudal tersebut.
Peluncuran itu menandai keterlibatan langsung Yaman dalam putaran konfrontasi terbaru, memperluas medan pertempuran melampaui Iran dan Lebanon.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan Israel terhadap Lebanon dan Dahiyeh, Beirut Selatan, serta insiden-insiden terbaru yang melibatkan jalur pelayaran yang terkait dengan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Iran Luncurkan Gelombang Serangan Rudal
Menyusul serangan Israel, pasukan rudal Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal menuju Palestina yang diduduki.
Sirene peringatan diaktifkan di wilayah pendudukan bagian tengah, selatan, dan utara ketika rudal-rudal tersebut mendekati sasarannya.
Media Israel melaporkan bahwa sedikitnya satu rudal Iran menghantam area dekat Itamar di Tepi Barat yang diduduki, dengan laporan yang menyebutkan bahwa sasaran yang dituju adalah sebuah lokasi militer.
Gelombang rudal tambahan kemudian dilaporkan bergerak menuju wilayah Negev dan Palestina selatan yang diduduki.
Para jurnalis di lapangan melaporkan terdengarnya ledakan secara terus-menerus di berbagai wilayah ketika sistem pertahanan udara berupaya melakukan pencegatan.
Gambar dan laporan yang beredar dari Palestina yang diduduki menunjukkan para pemukim bergegas menuju tempat-tempat perlindungan di sejumlah wilayah saat serangan rudal berlangsung.
Pejabat Israel Pertimbangkan Langkah Balasan
Seiring meningkatnya ketegangan, para pejabat Israel menggelar konsultasi mengenai cara merespons perkembangan terbaru.
Media Israel mengutip Kepala Staf Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir yang mengatakan bahwa militer siap melancarkan serangan besar begitu otorisasi diberikan.
Pernyataan tersebut muncul meskipun sebelumnya beredar laporan bahwa Presiden AS Donald Trump telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak merespons serangan-serangan Iran sebelumnya.
Menurut laporan yang dimuat media Barat dan media Israel, Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa eskalasi lebih lanjut tidak diperlukan setelah kedua pihak saling melancarkan serangan.
Perkembangan pada Senin membuka beberapa front aktif di seluruh kawasan, dengan Iran dan Yaman sama-sama melancarkan operasi rudal ke Palestina yang diduduki setelah serangan Israel terhadap wilayah Iran.
Situasi masih sangat dinamis seiring berlanjutnya aktivitas militer di berbagai medan di Asia Barat. (FG)
Artikel ini masih terus diperbarui.



