Ketenangan Pulih di Seluruh Iran Setelah Rencana Teror Bersenjata Digagalkan
Otoritas Iran mengonfirmasi stabilitas di sebagian besar kota setelah serangan bersenjata terkoordinasi yang menargetkan masjid, bank, layanan darurat, dan institusi keamanan berhasil dinetralisir.
IRAN | FAKTAGLOBAL.COM — Ketenangan kembali pulih di sebagian besar kota di Iran pada Jumat malam, 9 Januari 2026, menyusul gelombang kekerasan teroris bersenjata pada malam sebelumnya yang oleh otoritas dan pejabat Iran digambarkan sebagai operasi sabotase terkoordinasi yang terkait dengan dinas intelijen asing.
Ketenangan Kembali di Berbagai Provinsi
Laporan lapangan dari para koresponden Kantor Berita Tasnim di berbagai provinsi mengonfirmasi bahwa hingga Jumat malam, tidak terdapat aksi berkumpul atau kerusuhan signifikan di sebagian besar wilayah negara.
Warga merasakan malam yang relatif tenang setelah aparat keamanan kembali menguasai situasi dan mencegah upaya destabilisasi lebih lanjut.
Dari Klaim Protes ke Terorisme Bersenjata
Kerusuhan yang meletus pada Kamis malam, 18 Dey, dipicu oleh seruan yang dikeluarkan oleh individu-individu yang oleh media Iran digambarkan sebagai afiliasi dan proksi rezim Zionis.
Menurut laporan resmi, kelompok-kelompok bersenjata tersebut bergerak jauh melampaui bentuk protes apa pun yang dapat dikenali, dan justru terlibat dalam aksi kekerasan terorganisir yang menyerupai operasi terorisme.
Laporan menunjukkan bahwa para penyerang menargetkan infrastruktur keagamaan, ekonomi, dan layanan darurat. Masjid dan tempat-tempat suci dinodai, kaca-kaca dipecahkan, dan api sengaja disulut. Harta benda publik dan pribadi milik warga sipil juga mengalami kerusakan besar.
Aparat Keamanan Kembali Menguasai Situasi
Setelah para pejabat keamanan senior mengeluarkan peringatan tegas bahwa tidak akan ada lagi toleransi terhadap kekerasan bersenjata, situasi berubah secara menentukan. Reporter Tasnim mengonfirmasi bahwa hingga Jumat malam, upaya untuk berkumpul kembali atau memicu kerusuhan ulang gagal total di bawah pemantauan ketat aparat keamanan.
Aparat keamanan Iran mempertahankan kehadiran yang terlihat di pusat-pusat kota, sehingga mencegah gangguan lanjutan. Meski terdapat upaya terbatas di sejumlah lokasi untuk mengganggu ketertiban umum, upaya tersebut tidak berkembang dan segera berhasil dipatahkan.
Penilaian lapangan menunjukkan bahwa kondisi nasional telah kembali stabil, dengan kendali penuh berada di tangan institusi keamanan yang bertugas melindungi keselamatan publik.
Juru Bicara Polisi: Ketenangan Publik Terjaga
Juru bicara Komando Kepolisian Iran (FARAJA), Brigadir Jenderal Saeed Montazer-al-Mahdi, mengonfirmasi bahwa pengamatan lapangan menunjukkan ketenangan umum di kota-kota di seluruh negeri.
Ia menyatakan bahwa kehadiran luas masyarakat dalam aksi yang digelar lebih awal pada hari itu—sebagai bentuk protes terhadap aksi teroris malam sebelumnya—berperan penting dalam mencegah kekerasan lebih lanjut. Menurut juru bicara tersebut, solidaritas publik secara langsung menghambat kemampuan kelompok bersenjata untuk beroperasi secara leluasa.
Jenderal Montazer-al-Mahdi mengungkapkan bahwa hingga Kamis, sekitar 270 personel kepolisian terluka, sebagian akibat senjata peluru karet dan sebagian lainnya akibat senjata kelas militer. Ia menegaskan bahwa penegak hukum sebelumnya telah menahan diri, namun keterlibatan unsur teroris bersenjata yang terkonfirmasi menjadi titik balik yang membuat tindakan tegas dan menentukan tidak lagi terhindarkan.
Wali Kota Teheran Paparkan Skala dan Kebrutalan Serangan
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, memaparkan rincian lebih lanjut dalam wawancara langsung, dengan menggambarkan kekerasan malam sebelumnya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dari segi skala dan kebrutalan.
Ia menyatakan bahwa lebih dari 24 unit mobil pemadam kebakaran sengaja dibakar, dan para penyerang secara aktif mencegah petugas pemadam menjangkau keluarga yang terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Zakani menekankan bahwa tindakan ini secara langsung membahayakan warga sipil dan menghalangi upaya penyelamatan nyawa.
Menurut wali kota, lebih dari 26 bank dan 10 fasilitas pemerintah dibakar, bersama dengan lebih dari 25 masjid dan sedikitnya 47 bus umum. Tiga kantor polisi dan 25 basis Basij juga diserang.
Zakani menegaskan bahwa layanan medis darurat, rumah sakit, dan operasi bantuan tidak luput dari serangan, yang menunjukkan bahwa kekerasan tersebut dirancang untuk melumpuhkan fungsi-fungsi vital kota, bukan untuk menyuarakan tuntutan yang sah.
Ia juga menyatakan bahwa banyak dari mereka yang ditangkap kemudian mengakui menerima dukungan finansial serta membawa senjata tajam dan senjata api, sambil bersembunyi di balik para peserta yang lebih muda.
Berdasarkan penilaian intelijen, otoritas mengelompokkan para pelaku ke dalam tiga kategori berbeda: individu yang tertipu, unsur kriminal yang mencari kesempatan menjarah, dan kekuatan kontra-revolusioner terorganisir yang bertujuan melakukan pergantian rezim.
Wali kota menekankan bahwa meskipun sebagian peserta tidak memiliki tujuan yang jelas dan terbawa emosi, kelompok bersenjata mengeksploitasi kondisi tersebut dan, dalam beberapa kasus, bahkan menembaki warga sipil sendiri.
Bukti Terorisme Bersenjata yang Didukung Asing
Analisis politik yang dipublikasikan bersamaan dengan laporan lapangan menyebutkan bahwa peristiwa ini jauh melampaui kerusuhan biasa. Skala kekerasan, penggunaan senjata, serta serangan yang direncanakan sebelumnya terhadap kantor polisi, gedung pemerintah, masjid, dan basis Basij disebut sebagai bukti adanya operasi teror bersenjata yang terkoordinasi.
Media Iran juga mengingatkan pada pengakuan publik sebelumnya oleh mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengenai keberadaan Mossad di dalam jaringan-jaringan destabilisasi yang menargetkan Iran, dengan membingkai peristiwa terbaru ini sebagai konfrontasi langsung antara aparat keamanan Iran dan operator yang didukung Israel yang menyusup di tengah masyarakat.
Keamanan Nasional sebagai Garis Merah yang Tidak Dapat Ditawar
Para pejabat berulang kali menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan garis merah yang tidak dapat ditawar. Wali Kota Teheran memperingatkan bahwa ketidakamanan secara tak terelakkan akan memperdalam kesulitan ekonomi dan merusak kohesi nasional, sementara stabilitas melindungi mata pencaharian serta kedaulatan negara.
Otoritas juga meyakinkan publik bahwa pasokan kebutuhan pokok tetap mencukupi dan tidak ada alasan untuk melakukan pembelian panik, seraya menegaskan bahwa pemulihan ketenangan dan perbaikan wilayah yang terdampak sudah berjalan.
Hingga Jumat malam, ketenangan telah pulih secara nasional, dengan para pejabat menyatakan bahwa upaya yang gagal untuk memicu kekacauan luas ini menunjukkan ketangguhan masyarakat Iran serta kemampuan tegas institusi keamanannya dalam menghadapi terorisme bersenjata. (FG)




