Khatam al-Anbiya: Dalam Beberapa Jam, Korban Militer AS Lampaui 500 Personel
Iran melaporkan lebih dari 500 korban militer AS dan memberi sinyal eskalasi, memperingatkan bahwa taktik berikutnya akan melampaui segala yang dapat dibayangkan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan bahwa korban di pihak militer Amerika Serikat telah melampaui 500 personel, menyusul serangkaian serangan rudal presisi dan drone yang menargetkan posisi Amerika di kawasan.
Menurut pernyataan yang disampaikan juru bicara markas tersebut, militer AS—yang disebut sebagai kekuatan penyerang—terpaksa mundur akibat serangan berkelanjutan dan kuat dari angkatan bersenjata Iran serta hancurnya pangkalan-pangkalan mereka di kawasan.
“Dalam beberapa jam terakhir, dua lokasi persembunyian mereka telah menjadi sasaran,” demikian pernyataan tersebut. “Di lokasi pertama, lebih dari 400 personel berada di sana, dan di lokasi kedua, lebih dari 100 personel berlindung di Dubai.
Kedua lokasi tersebut berhasil diidentifikasi dan diserang oleh rudal presisi dan drone milik Pasukan Dirgantara dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, yang mengakibatkan kerugian sangat besar.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa ambulans telah berjam-jam mengangkut korban tewas dan luka dari kalangan komandan dan tentara Amerika setelah serangan tersebut.
Pejabat militer Iran juga memperingatkan bahwa kawasan ini sedang menuju menjadi “kuburan bagi tentara Amerika,” seraya menegaskan bahwa agresi yang berlanjut hanya akan memperbesar kerugian dan mempercepat runtuhnya kehadiran operasional AS di kawasan.
Peringatan Strategis: “Langkah Kami Berikutnya di Luar Bayangan”
Dalam pernyataan terpisah, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa tindakan militer Iran saat ini hanyalah sebagian kecil dari kemampuan penuh mereka, serta memperingatkan bahwa taktik yang jauh lebih maju belum digunakan.
“Batas atas tindakan dan taktik kami dalam perang ini hanyalah batas bawah dari langkah-langkah yang bahkan belum pernah terlintas dalam bayangan kalian,” ujar juru bicara tersebut.
Iran juga menegaskan bahwa pasukan angkatan laut dan dirgantara mereka memegang kendali operasional penuh atas Selat Hormuz serta memiliki inisiatif strategis di seluruh kawasan Teluk Persia.
Para pejabat menekankan bahwa pasukan Iran akan terus melanjutkan operasi berkelanjutan terhadap posisi musuh di seluruh kawasan, menggambarkan kampanye ini sebagai sesuatu yang terus berlangsung, terarah, dan semakin meningkat.
Operasi Berlanjut dalam “Operasi Janji Sejati 4”
Perkembangan ini terjadi di tengah berlanjutnya fase-fase Operasi Janji Sejati 4, di mana Iran melaksanakan operasi terkoordinasi menggunakan rudal, drone, dan kekuatan laut di berbagai front.
Pasukan Iran kembali menegaskan bahwa kampanye mereka akan terus berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat, dengan menilai bahwa tahap saat ini menunjukkan pergeseran momentum strategis secara tegas ke pihak mereka.
“Dan kemenangan hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” demikian penutup pernyataan tersebut. (FG)


