Khorramshahr-4 Masuk ke Kota Rudal Baru, Sinyal Perubahan Doktrin Militer Iran
Pasukan Dirgantara IRGC Pamerkan Daya Tangkal Strategis Saat Perundingan Tidak Langsung Iran–AS Mendekat
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi telah mengerahkan rudal balistik hipersonik Khorramshahr-4 di sebuah kota rudal bawah tanah yang baru diresmikan, menegaskan penekanan berkelanjutan Teheran pada daya tangkal strategis di tengah dinamika regional dan internasional yang terus berkembang.
Upacara pengerahan tersebut dihadiri oleh Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, serta Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, yang menyoroti signifikansi senjata tersebut dalam arsitektur pertahanan Iran.
Rudal Khorramshahr-4 memiliki jangkauan operasional sekitar 2.000 kilometer dan mampu membawa hulu ledak berat dengan bobot antara 1.500 hingga mencapai 2.000 kilogram, berdasarkan konfigurasi yang teramati. Rudal ini dilaporkan memiliki tingkat akurasi sekitar 30 meter, menjadikannya salah satu sistem serangan jarak jauh paling presisi yang dimiliki Iran.
Dengan kecepatan yang mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan sekitar Mach 8 saat masuk kembali ke atmosfer, rudal ini secara signifikan mengurangi waktu reaksi sistem pertahanan udara pihak lawan.
Rudal tersebut dilengkapi dengan kendaraan masuk ulang bermanuver (maneuverable reentry vehicle/MaRV), kemampuan pemandu lintasan menengah, jejak radar yang rendah, serta ketahanan tinggi terhadap peperangan elektronik—fitur-fitur yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal canggih.
Peresmian Kota Rudal Dilakukan dengan Pengamanan Ketat
Peresmian dan peninjauan kota rudal baru tersebut tidak disiarkan kepada publik karena pertimbangan keamanan.
Selama kunjungan, sejumlah rudal Khorramshahr terlihat berada dalam kondisi kesiapan operasional, memperkuat penilaian bahwa fasilitas tersebut ditujukan untuk pengerahan aktif, bukan sekadar tampilan simbolik.
Para pejabat Iran secara konsisten memandang infrastruktur semacam ini sebagai bagian dari strategi daya tangkal jangka panjang, yang bertujuan memastikan keberlangsungan dan kesinambungan kemampuan pertahanan dalam menghadapi skenario ancaman apa pun.


Perubahan Doktrin dan Momentum Strategis
Pengerahan ini bertepatan dengan pengumuman Iran mengenai pergeseran doktrin militernya, yang menandai transisi dari postur yang semata-mata defensif menuju kerangka daya tangkal dengan kemampuan ofensif yang lebih menonjol. Para pejabat Iran menegaskan bahwa pergeseran ini dirancang untuk mencegah agresi, bukan memicu konflik.
Momentum tersebut juga mendahului putaran baru keterlibatan diplomatik dengan Amerika Serikat, menggarisbawahi posisi lama Teheran bahwa kemampuan pertahanan dan diplomasi berjalan secara paralel, bukan sebagai alat tawar-menawar satu sama lain.
Perundingan Tidak Langsung Iran–AS Dikonfirmasi di Muscat
Secara terpisah, perundingan mendatang antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat akan dilakukan secara tidak langsung, meskipun sebelumnya sempat muncul laporan yang menyebutkan kemungkinan perundingan langsung.
Perundingan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 pagi hari Jumat tersebut tidak akan melibatkan pertemuan tatap muka antara delegasi Iran dan Amerika. Suasana seputar perundingan digambarkan sebagai “normal, tidak positif maupun negatif.”
Koresponden tersebut mencatat bahwa meskipun ekspektasi tetap terbatas, keberlanjutan dialog itu sendiri untuk sementara dapat mengurangi risiko eskalasi, mencerminkan nilai simbolik diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Daya Tangkal dan Diplomasi Berjalan di Jalur Terpisah
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa perundingan tetap terbatas pada berkas nuklir dan bahwa kemampuan militer serta daya tangkal negara tersebut tidak menjadi objek negosiasi. Pengerahan Khorramshahr-4 memperkuat posisi tersebut, menandakan kesinambungan kebijakan, bukan bentuk konsesi.
Saat Teheran bersiap menghadapi perundingan tidak langsung di Muscat, pesan yang disampaikan tetap konsisten: diplomasi Iran dijalankan dengan daya ungkit yang berlandaskan pada kekuatan, ingatan sejarah, dan otonomi strategis. (FG)



