Kim Jong Un Percepat Penguatan Militer, Tuding AS-Korsel Dorong Konfrontasi Nuklir
Kim Jong Un menyatakan ekspansi militer Washington dan Seoul, termasuk rencana kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir, mendorong Semenanjung Korea menuju konfrontasi nuklir.
DPRK, FAKTAGLOBAL.COM – Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional, seraya memperingatkan bahwa kerja sama militer yang terus berkembang antara Amerika Serikat dan Republik Korea (ROK) sedang mendorong Semenanjung Korea ke ambang konflik nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan pemimpin DPRK Kim Jong Un dalam rapat Partai Buruh Korea yang berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Senin. Pertemuan itu membahas berbagai isu utama terkait pertahanan nasional, keamanan regional, dan strategi penangkalan.
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim kembali menegaskan kebijakan partai dan negara untuk mempercepat pengembangan kemampuan pertahanan nasional.
Kim Soroti Ekspansi Militer AS dan Korea Selatan
Kim menunjuk meningkatnya koordinasi militer antara Washington dan Seoul, termasuk upaya Korea Selatan untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, sebagai bukti semakin menguatnya sikap militer yang bermusuhan terhadap DPRK.
Menurut KCNA, Kim mengatakan Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang mendorong rencana kepemilikan kapal selam nuklir oleh Seoul sambil terus memperkuat dan memodernisasi kekuatan militer mereka di kawasan.
Ia memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut sedang mendorong situasi di Semenanjung Korea menuju apa yang disebutnya sebagai ambang perang nuklir.
Dalam konteks tersebut, Kim menegaskan bahwa penguatan kemampuan pertahanan diri DPRK tetap menjadi kebutuhan strategis.
Ia kembali menegaskan posisi DPRK untuk terus memperluas dan memperkuat kemampuan penangkalan yang kuat dan andal demi mempertahankan diri.
Partai Buruh Tegaskan Penguatan Kekuatan Nuklir
KCNA melaporkan bahwa rapat Partai Buruh Korea secara bulat menyimpulkan bahwa memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir negara secara berkelanjutan merupakan cara paling efektif untuk menghadapi kondisi militer dan politik internasional yang tidak menentu.
Kantor berita tersebut juga menyatakan bahwa kemampuan penangkalan DPRK yang dibangun berdasarkan teknologi nuklir akan terus berkembang dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Pernyataan terbaru itu kembali menegaskan posisi Pyongyang bahwa kemampuan nuklirnya merupakan elemen penting untuk menjaga kedaulatan nasional dan mencegah tekanan militer dari luar.
DPRK Tegaskan Status Nuklir Tidak Dapat Dinegosiasikan
DPRK telah berulang kali menyatakan bahwa statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat tidak dapat dibatalkan sejak gagalnya perundingan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019.
Awal bulan ini, Kim Yo Jong, Direktur Departemen Urusan Umum Partai Buruh Korea, menyebut kebijakan nuklir negaranya sebagai “jalan tanpa jalan mundur”, seraya menegaskan bahwa arsenal nuklir DPRK tidak dapat dijadikan objek negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan.
Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepadanya dalam pertemuan di sela-sela KTT G7 bahwa sudah saatnya memberikan perhatian yang lebih besar terhadap isu DPRK.
Lee juga mengatakan bahwa dirinya menyampaikan kepada Trump bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap DPRK terbukti tidak efektif dan bahwa persoalan nuklir Korea Utara tidak lagi dapat ditangani dengan pendekatan yang sama seperti sengketa nuklir internasional lainnya. (FG)


