Komandan IRGC: Akurasi Rudal Iran Berlipat Ganda, Operasi Janji Sejati IV Terus Meluas
IRGC menyatakan tingkat ketepatan rudal Iran terhadap penjahat Amerika dan Zionis telah berlipat. Langit merentangkan tangan bagi rudal-rudal raksasa Iran, dan hukuman bagi para agresor terus
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Tingkat akurasi rudal Iran yang menghantam target-target Amerika dan Israel telah berlipat dua dalam 48 jam terakhir, menurut Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform sosial X, Mousavi melaporkan peningkatan signifikan dalam efektivitas serangan rudal Iran terhadap apa yang ia sebut sebagai agresor Amerika dan Zionis.
“Dalam 48 jam terakhir, tingkat ketepatan rudal Iran terhadap penjahat Amerika dan Zionis telah berlipat dua,” tulis Mousavi.
Ia menambahkan bahwa langit kini telah terbuka bagi rudal-rudal raksasa Iran seiring berlanjutnya hukuman terhadap para agresor.
“Langit telah membuka lengannya bagi rudal-rudal raksasa Iran, dan hukuman terhadap agresor terus berlanjut,” ujarnya.
Gelombang ke-48 Operasi Janji Sejati IV Menargetkan Posisi Israel dan AS
Pengumuman tersebut muncul ketika Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan gelombang ke-48 Operasi True Promise IV pada dini hari Sabtu.
Menurut Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, operasi tersebut dilaksanakan dengan sandi “Ya Qamar Bani Hashim (as)”, yang dipersembahkan kepada para syuhada Shirazi dan Ebrahimzadeh.
Serangan tersebut menargetkan posisi di wilayah utara tanah-tanah pendudukan, Galilea, Dataran Tinggi Golan, dan Haifa, serta pangkalan pasukan Amerika di kawasan.
Pasukan Iran menggunakan rudal berbahan bakar padat Kheibar-Shekan, rudal berbahan bakar cair Qadr, serta drone penghancur, dan para pejabat menyatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan dengan sukses.
Seorang juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas agresi akan membayar harga atas setiap tetes darah yang ditumpahkan secara zalim.
Ia menambahkan bahwa pawai Hari Quds suatu hari akan berubah menjadi pawai menuju Al-Quds yang suci, seraya menyatakan harapan bahwa umat Islam di seluruh dunia akan menunaikan salat di Masjid Al-Aqsa.
Iran Memperingatkan Negara-negara Muslim agar Tidak Mempercayai Kekuatan AS
Sementara itu, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, menyerukan kepada negara-negara Muslim agar tidak bergantung pada apa yang ia sebut sebagai kekuatan semu Amerika.
Dalam pernyataannya kepada para pemimpin negara-negara Muslim, Shekarchi menyerukan persatuan dunia Islam melawan apa yang ia gambarkan sebagai kesombongan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.
“Percayalah kepada Republik Islam Iran dan rakyat Muslim,” katanya, seraya menyerukan negara-negara Muslim untuk bersatu melawan kekafiran, kemunafikan, dan dominasi yang dipimpin oleh Washington dan sekutunya.
Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat, yang menurutnya bahkan tidak mampu melindungi militernya sendiri yang rapuh, tidak akan mampu menjamin keamanan negara-negara Muslim di kawasan.
Shekarchi juga menunjuk pada apa yang ia sebut sebagai kekalahan bersejarah bagi Amerika Serikat setelah USS Abraham Lincoln, salah satu kapal perang terbesar Amerika yang lama digunakan untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan, dipaksa keluar dari operasi setelah diserang oleh Iran dan terpaksa mundur.
Menurut juru bicara Iran tersebut, perkembangan ini menandai kemunduran bersejarah bagi Washington dan menunjukkan semakin kuatnya Republik Islam dalam menghadapi agresi Amerika dan Israel. (FG)



