Komandan IRGC: Iran Cepat Isi Ulang Stok Rudal dan Drone, Musuh Tertinggal
Iran menyatakan kapasitas militernya melampaui tingkat sebelum perang, sementara pihak lawan kesulitan memasok ulang, menandakan kesenjangan kesiapan operasional yang semakin lebar.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Majid Mousavi, komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa Iran dengan cepat membangun kembali stok rudal dan drone selama periode gencatan senjata, seraya menegaskan bahwa pihak lawan gagal melakukan hal yang sama.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, Mousavi mengatakan bahwa militer Iran tidak hanya memulihkan kemampuannya, tetapi bahkan melampaui tingkat sebelum perang dalam pengisian kembali platform peluncur dan aset operasional.
Pemulihan Melampaui Tingkat Pra-Perang
Mousavi menekankan bahwa laju pemulihan sistem peluncur rudal dan drone semakin meningkat meskipun berada dalam masa gencatan senjata, yang menunjukkan kesiapan yang semakin tinggi.
“Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi kembali platform peluncur rudal dan drone bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum perang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pasukan pertahanan Iran memanfaatkan jeda pertempuran untuk memperkuat kapasitas operasional, memastikan bahwa kesiapan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperluas.
Sang komandan juga membagikan rekaman yang menunjukkan proses perbaikan dan pengisian kembali, menyoroti skala dan kecepatan upaya militer yang sedang berlangsung.
Musuh Kesulitan Mengisi Ulang
Membandingkan posisi Iran dengan pihak lawan, Mousavi menyatakan bahwa musuh tidak mampu membangun kembali cadangan amunisinya dan masih bergantung pada jalur pasokan eksternal.
“Kami memiliki informasi bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi seperti ini bagi dirinya sendiri dan terpaksa mendatangkan amunisi dari belahan dunia lain secara bertahap,” katanya.
Merujuk pada hasil yang lebih luas dari konflik tersebut, ia menambahkan bahwa pasukan Amerika dan Israel telah mengalami kemunduran di berbagai front.
“Mereka juga telah kalah pada tahap perang ini. Mereka telah kehilangan Selat Hormuz, dan mereka juga telah kehilangan Lebanon serta kawasan,” ujar Mousavi. (FG)


