Komandan IRGC: Selat Hormuz di Bawah Pengawasan Kami 24 Jam Penuh
Komandan Angkatan Laut IRGC mengatakan Iran mempertahankan dominasi intelijen penuh, sepanjang waktu, atas Selat Hormuz—mencakup domain permukaan, udara, dan bawah permukaan.
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Angkatan Laut IRGC mempertahankan dominasi intelijen penuh selama 24 jam atas Selat Hormuz, mencakup domain permukaan, udara, dan bawah permukaan.
Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyatakan bahwa pengawasan menyeluruh ini memastikan kesadaran tanpa henti atas seluruh pergerakan yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Pulau-Pulau Iran Disebut sebagai “Benteng Tak Tertembus”
Dalam pernyataan yang dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Senin, Tangsiri mengatakan bahwa latihan militer bertajuk “Kekuatan Pertahanan dan Operasi Ofensif dari Pulau-Pulau Teluk Persia” tengah dilaksanakan di seluruh wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Ia menggambarkan pulau-pulau Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai “benteng tak tertembus” serta “persoalan kehormatan nasional bagi rakyat Iran,” seraya menegaskan bahwa tanggung jawab mempertahankan pulau-pulau tersebut—serta mengamankan seluruh Teluk Persia dan Selat Hormuz—berada di tangan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam.
Menurut Tangsiri, latihan-latihan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan yang bertujuan menjaga kesiapsiagaan dan memastikan keamanan di kawasan strategis tersebut.
Taktik dan Kapabilitas Baru dalam Latihan Tahunan
Tangsiri menjelaskan bahwa meskipun latihan ini mengikuti jadwal tahunan Angkatan Laut IRGC, keistimewaannya terletak pada taktik dan peralatan yang digunakan. Sebagian aspek ditampilkan kepada publik, sementara aspek lainnya tetap dirahasiakan dan akan diungkap pada waktu yang dianggap tepat.
Ia mencatat bahwa respons cepat dan tegas unit-unit operasional IRGC terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti dari latihan tersebut.
Menjamin Keamanan Lalu Lintas Maritim Non-Hostil
Merujuk pada rekam jejak Iran sejak Revolusi Islam 1979, Tangsiri mengatakan Republik Islam telah berhasil memastikan keamanan di Selat Hormuz selama 47 tahun, mencegah ketidakstabilan dan menjaga keselamatan pelayaran.
Ia menegaskan bahwa merupakan prinsip fundamental bagi Iran untuk menjamin kepentingan seluruh negara non-hostil yang melintasi selat tersebut. Angkatan Laut IRGC, katanya, menjalankan misi ini melalui peralatan, sistem, dan patroli rutin.
Unit Reaksi Cepat Selalu Siaga
Tangsiri menambahkan bahwa unit reaksi cepat Angkatan Laut IRGC terus berlatih dan siap melakukan intervensi bila diperlukan, termasuk memeriksa atau menyita kapal pelanggar jika diperintahkan. Ia menyebut hal ini sebagai bagian dari kerangka keamanan yang terkoordinasi dan terdefinisi dengan baik yang mencakup Teluk Persia, Selat Hormuz, dan perairan internasional.
Menegaskan kembali dominasi intelijen penuh selama 24 jam, Tangsiri menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pemantauan konstan, baik di atas maupun di bawah permukaan, untuk memastikan kelancaran dan keamanan lintasan.
Ia mencatat bahwa lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer komersial melintasi selat tersebut setiap hari, mewakili porsi signifikan dari perdagangan maritim global. Oleh karena itu, tegasnya, Angkatan Laut IRGC tetap berkomitmen siang dan malam untuk menjamin keamanan jalur perairan strategis ini bagi seluruh negara non-hostil yang kepentingan ekonominya bergantung padanya. (FG)


