Komandan Pasukan Quds IRGC: Perlawanan Lebih Kuat dari Sebelumnya
Poros Perlawanan semakin solid dan tak tergoyahkan, di tengah agresi Israel di Lebanon yang terus berlanjut dan justru memperkuat ketahanan serta tekad perlawanan
Iran, FAKTAGLOBAL.COM - Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani, menegaskan bahwa Poros Perlawanan di kawasan saat ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan yang lebih besar dibandingkan kapan pun sepanjang sejarahnya.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada Sabtu, Qa’ani menulis, “Poros Perlawanan bersatu dan solid, dan persatuan serta solidaritasnya tidak tertandingi.”
Ia menambahkan, “Rezim Israel meyakini bahwa dengan memberikan tekanan terhadap perlawanan, serta melalui syahidnya para anggotanya dan warga sipil yang tak bersalah dan tak berdaya, mereka dapat membawa kekalahan, pelemahan, atau penyerahan.” Namun, lanjutnya, “Budaya perlawanan justru sedemikian rupa sehingga semakin besar tekanan yang dihadapi, semakin kuat dan tangguh pula ia menjadi.”
“Hari ini, perlawanan lebih kuat dan lebih solid dibandingkan kapan pun sebelumnya,” tegasnya.
Agresi Israel di Lebanon Picu Kecaman
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa hari berturut-turut agresi Israel terhadap berbagai wilayah di Lebanon, di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata tahun 2024. Agresi tersebut telah merenggut nyawa ratusan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Menanggapi pembantaian tersebut, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem, menyatakan bahwa pertumpahan darah itu bertujuan untuk “menutupi” kegagalan berulang yang dialami rezim tersebut dalam menghadapi perlawanan.
Iran Tegaskan Respons Tegas atas Eskalasi
Sheikh Qassem menegaskan bahwa “perlawanan akan terus berlanjut hingga napas terakhir,” dan bahwa pengorbanan yang telah diberikan sejauh ini “hanya akan memperdalam tekad kami untuk membebaskan tanah kami dan menjaga martabat kami.”
Republik Islam Iran juga menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap berlanjutnya agresi rezim tersebut terhadap Lebanon.
Teheran menetapkan penghentian kekejaman sebagai salah satu elemen utama dalam proposal 10 poin yang diajukan untuk mewujudkan penghentian definitif terhadap eskalasi tanpa provokasi oleh Amerika Serikat dan rezim Israel di kawasan. (FG)


