Komandan Senior Iran: Jika Perang Baru Dimulai, Konflik Akan Bersifat Transregional
Brigadir Jenderal Arasteh mengatakan Iran telah menyiapkan skenario penentu melawan AS dan Israel serta menegaskan dominasi Amerika di Teluk Persia telah berakhir
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Seorang komandan senior militer Iran memperingatkan bahwa jika perang pecah antara Iran dan Amerika Serikat, Republik Islam akan mengungkap kemampuan penentunya, seraya menegaskan bahwa dunia akan menyaksikan percepatan kemunduran kekuatan Amerika.
Menurut IRIB News, Brigadir Jenderal Nasser Arasteh, wakil kepala Kelompok Penasihat Militer Panglima Tertinggi, menyatakan bahwa Iran telah menyiapkan skenario komprehensif untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan Washington dan sekutunya.
Ia menegaskan bahwa jika perang meletus, Iran akan memperlihatkan kemampuan strategis yang secara fundamental mengubah keseimbangan konflik di kawasan.
“Amerika tidak akan lagi bertahan di Teluk Persia”
Brigadir Jenderal Arasteh menyatakan bahwa perang 40 hari baru-baru ini menunjukkan rapuhnya infrastruktur militer Amerika di Asia Barat.
Menurutnya, 13 dari 16 pangkalan militer utama AS di kawasan telah dihancurkan selama konflik tersebut.
“Baik perang terjadi maupun tidak, Amerika tidak akan lagi bertahan di Teluk Persia,” tegasnya.
Komandan senior Iran itu menggambarkan perubahan geopolitik yang sedang berlangsung sebagai bukti bahwa dominasi militer Amerika di Asia Barat terus runtuh di bawah tekanan gerakan perlawanan dan berkembangnya kemampuan strategis Iran.
Iran siap menghadapi konfrontasi langsung
Arasteh menyatakan bahwa perang sebenarnya antara Iran dan Amerika Serikat akan dimulai ketika pasukan Iran terlibat secara langsung dengan pasukan Amerika dan Zionis di medan perang.
“Kami ingin berhadapan langsung dengan musuh-musuh Amerika dan Zionis di medan perang, bersama menghadapi kaum ateis dan separatis,” ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa konflik di masa depan tidak akan terbatas pada satu negara atau satu front saja.
“Jika perang baru dimulai, maka perang itu akan bersifat transregional,” tegas Arasteh.
Perang akan membentang dari Samudra Hindia hingga Mediterania
Komandan Iran tersebut memperingatkan bahwa cakupan geografis perang di masa depan akan meluas dari Samudra Hindia hingga Laut Mediterania.
Menurutnya, seluruh posisi militer dan kepentingan strategis musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran.
“Kami akan membakar seluruh posisi dan kepentingan musuh di kawasan ini,” katanya.
Arasteh juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mendukung rezim Zionis — termasuk Siprus dan sejumlah negara tetangga yang membantu Israel — tidak akan aman jika perang regional yang lebih luas terjadi.
“Di mana pun kepentingan Amerika dan Zionis berada, kami akan mengubahnya jadi neraka”
Dalam salah satu bagian paling keras dari wawancara tersebut, Brigadir Jenderal Arasteh menegaskan bahwa tidak ada lokasi yang terkait dengan kepentingan Amerika maupun Zionis yang akan tetap aman jika perang pecah.
“Di mana pun kepentingan Amerika dan Zionis berada, kami akan mengubahnya menjadi neraka,” peringatnya.
Pernyataan itu mencerminkan semakin tegasnya posisi Iran setelah konflik regional terbaru serta meningkatnya keyakinan pejabat militer Iran dan Front Perlawanan mengenai kemunduran pengaruh Amerika di Asia Barat.
Peringatan terhadap upaya destabilisasi di dalam Iran
Arasteh juga memperingatkan adanya upaya kontra-revolusi yang bertujuan mengguncang stabilitas Iran dari dalam negeri.
Ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok musuh berupaya memanfaatkan situasi sosial dan kosongnya jalanan untuk menciptakan kembali skenario kerusuhan seperti yang pernah terjadi sebelumnya di Iran.
“Kita harus terus hadir di jalanan untuk membuat musuh dan kontra-revolusi putus asa,” ujarnya.
Komandan tersebut menegaskan bahwa persatuan nasional dan partisipasi rakyat tetap menjadi bagian penting dari strategi perlawanan Iran dalam menghadapi tekanan asing dan upaya destabilisasi. (FG)


