Konferensi Pers Akhir Tahun Putin: Rusia Berdiri Teguh Ditengah Pergeseran Tatanan Dunia
Empat Setengah Jam, Lebih dari 70 Topik — Moskow Menunjukkan Keteguhan Menghadapi Pemaksaan Barat
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin menutup konferensi pers akhir tahunnya yang menjadi tradisi, setelah sesi maraton yang berlangsung lebih dari empat setengah jam, membahas lebih dari 70 isu domestik dan internasional di tengah konfrontasi geopolitik yang terus dipicu oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Acara ini kembali digabungkan dengan program tahunan Direct Line, di mana Putin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh lebih dari dua juta warga, jurnalis, serta media internasional.
Pembahasan mencakup konflik di Ukraina dan kondisi para prajurit Rusia di garis depan, hingga kecerdasan buatan, eksplorasi luar angkasa, dan persoalan sosial yang dihadapi warga Rusia sehari-hari.
Konferensi pers ini menegaskan stabilitas politik Rusia, daya tahan militernya, serta penolakan tegas Moskow untuk tunduk pada tekanan Barat, sanksi, maupun perang informasi.
Pemilu Ukraina: Legitimasi Tidak Bisa Dipaksakan oleh Barat
Putin menekankan bahwa setiap pemilu di Ukraina di masa depan harus benar-benar sah dan inklusif, termasuk partisipasi warga negara Ukraina yang saat ini tinggal di Rusia — yang diperkirakan berjumlah antara lima hingga sepuluh juta orang.
“Pemerintahan di Ukraina harus menjadi pemerintahan yang sah. Tanpa pemilu, hal ini mustahil,” kata Putin.
Ia menambahkan bahwa Moskow siap mempertimbangkan jaminan keamanan pada hari pemungutan suara, atau setidaknya menahan diri dari serangan jarak jauh, dengan syarat Kyiv tidak memanfaatkan proses tersebut sebagai manuver taktis untuk mengulur waktu dan menghambat laju pasukan Rusia.
Putin secara tajam membandingkan tuntutan Barat terhadap Rusia dengan kebisuan mereka atas keruntuhan politik internal Ukraina, seraya mengingatkan bahwa Rusia sendiri telah menyelenggarakan pemilu — termasuk pemilihan presiden 2024 — meskipun menghadapi campur tangan asing dan serangan langsung Ukraina terhadap infrastruktur pemungutan suara.
Realitas Militer Rusia: Generasi Muda, Komitmen, dan Kekuatan Garis Depan
Putin mengonfirmasi bahwa lebih dari 700.000 prajurit Rusia saat ini dikerahkan di garis depan, dengan mayoritas merupakan generasi muda yang lahir pada dekade 1990-an.
Pengungkapan ini membantah narasi Barat yang terus-menerus menggambarkan Rusia sebagai pihak yang kelelahan secara militer, dan justru menunjukkan struktur kekuatan berkelanjutan yang bertumpu pada mobilisasi domestik — bukan pada tentara bayaran atau pasukan pendudukan asing, sebuah kontras tajam dengan perang-perang yang dipimpin AS di Asia Barat.
Kemunafikan Barat Terbongkar: “Demokrasi dengan Paksa” Adalah Kebohongan
Pernyataan Putin secara implisit membongkar standar ganda Washington dan sekutu-sekutunya, yang rutin menggaungkan “demokrasi” sambil mendukung rezim tak terpilih, pendudukan militer, dan kampanye genosida — khususnya kejahatan Israel yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Saat Amerika Serikat menuntut “jaminan keamanan” bagi Ukraina, negara yang sama memberikan senjata tanpa batas dan perlindungan politik kepada Israel saat menghancurkan Gaza, membunuh jurnalis, dan membuat warga sipil kelaparan — tanpa pemilu, tanpa akuntabilitas, dan tanpa hukum internasional.
Posisi Rusia, tegas Putin, berpijak pada kedaulatan, legalitas, dan perlawanan terhadap diktat imperial.
Teknologi, AI, dan Kemerosotan Budaya
Menanggapi isu kecerdasan buatan, Putin memperingatkan bahwa ketergantungan tanpa kendali pada chatbot berisiko melemahkan kemampuan anak-anak untuk berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri.
“Pendidikan harus memaksa siswa untuk menggunakan otaknya,” ujarnya, menegaskan bahwa teknologi harus melayani pengembangan manusia, bukan menggantikannya.
Ia juga mengecam penyebaran satanisme, okultisme, dan layanan pseudo-spiritual sebagai fenomena destruktif yang menyesatkan masyarakat dan mengeksploitasi warga yang rentan, serta berjanji akan memperketat pengawasan regulasi.
Pesan Melampaui Generasi Kini
Dalam sebuah pesan “kapsul waktu” yang diimprovisasi untuk generasi masa depan, Putin berbicara tentang kesinambungan, pengorbanan, dan tanggung jawab lintas abad — sebuah pesan yang kontras tajam dengan mentalitas keuntungan jangka pendek dan erosi budaya yang dipromosikan kapitalisme Barat.
Ia menolak glorifikasi pribadi dan menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menulis memoar:
“Biarkan orang lain yang menilai pekerjaan saya dan pekerjaan tim saya.”
Suara Rakyat: Langsung dan Tanpa Saringan
Sesi ini juga diwarnai pesan-pesan lugas dari warga, yang mencerminkan keseriusan sekaligus humor — mulai dari seruan agar “Kyiv segera direbut,” kekhawatiran soal industri dalam negeri yang bersaing dengan produk China, hingga candaan yang menyarankan presiden untuk “minum bir.”
Pertukaran tanpa saringan ini menyoroti budaya politik yang kian langka dalam sistem yang dikendalikan AS, di mana para pemimpin sering kali terisolasi dari pengawasan publik yang nyata. (FG)


