Kongres DPRK Kembali Pilih Kim Jong Un, Tegaskan Daya Tangkal Nuklir
Kongres partai mengesahkan strategi lima tahun yang berfokus pada daya tangkal strategis, modernisasi pertahanan, dan pembangunan mandiri
Pyongyang | FAKTAGLOBAL.COM — Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) menegaskan kembali arah politik dan strategisnya dengan terpilihnya kembali Kim Jong Un sebagai Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea, menurut laporan media pemerintah, menyusul sebuah kongres partai besar.
Kongres tersebut, salah satu peristiwa politik paling penting di DPRK, mengesahkan peta jalan lima tahun baru yang berpusat pada kedaulatan nasional, daya tangkal strategis, dan stabilitas jangka panjang di tengah tekanan eksternal yang terus berlanjut.
Para delegasi partai memuji kepemimpinan Kim Jong Un karena berhasil mengonsolidasikan persatuan internal dan memperkuat posisi internasional DPRK di bawah kondisi tekanan politik, militer, dan ekonomi yang berkelanjutan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutu regionalnya.
Terpilihnya kembali ini menandai kesinambungan pemerintahan dan menegaskan kepercayaan partai terhadap arah strategis Kim, yang menekankan pertahanan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta perlawanan terhadap pemaksaan dari luar.
Daya Tangkal Nuklir dan Modernisasi Pertahanan
Sejak mengambil alih kepemimpinan pada 2011, Kim telah mengawasi transformasi menyeluruh atas postur pertahanan DPRK.
Menurut catatan resmi, hal ini mencakup pengembangan daya tangkal nuklir yang kredibel, sejumlah uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM), perluasan teknologi rudal berbahan bakar padat, serta kemajuan dalam kemampuan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).
Pimpinan DPRK secara konsisten membingkai kemajuan-kemajuan tersebut sebagai langkah defensif yang diperlukan akibat tekanan militer, sanksi, dan ancaman berkelanjutan dari Washington dan kekuatan sekutunya di kawasan.
Sejalan dengan itu, DPRK juga memperkenalkan sistem rudal taktis baru, mengembangkan riset teknologi hipersonik, serta memperluas program pengintaian dan satelit, yang mencerminkan modernisasi lebih luas atas kekuatan konvensional dan strategisnya.
Pembangunan Domestik dan Dorongan Infrastruktur
Seiring dengan konsolidasi pertahanan, kongres juga menyoroti inisiatif pembangunan domestik yang dilaksanakan di bawah kepemimpinan Kim. Inisiatif ini mencakup proyek perumahan dan infrastruktur berskala besar, khususnya di Pyongyang, di mana distrik-distrik hunian baru dan pembangunan perkotaan telah mengubah lanskap ibu kota.
Kampanye pembangunan regional, restrukturisasi pertanian, dan program pengembangan ilmiah juga disebut sebagai pilar utama ketahanan ekonomi di tengah tekanan sanksi.
Para pejabat menegaskan kembali peran sentral sains, teknik, dan pendidikan teknis dalam menopang pembangunan nasional dan kemampuan pertahanan di bawah doktrin kemandirian.
Posisi Diplomatik dan Penjajaran Multipolar
Di panggung internasional, masa kepemimpinan Kim mencakup periode diplomasi tingkat tinggi, terutama pertemuan puncak pada 2018 dan 2019 yang meningkatkan profil DPRK dalam diskusi keamanan global.
Meski perundingan kemudian mandek akibat apa yang digambarkan Pyongyang sebagai tuntutan Washington yang kaku dan sepihak, pertemuan-pertemuan tersebut menegaskan status DPRK sebagai aktor kunci dalam dinamika keamanan kawasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang telah memperkuat koordinasi dengan China dan Rusia, memosisikan hubungan tersebut dalam kerangka multipolar yang lebih luas yang menolak struktur keamanan yang didominasi Amerika Serikat.
Restrukturisasi Partai dan Keberlanjutan Jangka Panjang
Kongres ini juga diperkirakan akan meresmikan penyesuaian generasi di dalam partai dan aparatur negara, dengan kader-kader yang lebih muda dipromosikan ke posisi-posisi kunci. Para pejabat menggambarkan proses ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesinambungan institusional dan stabilitas politik.
Para delegasi menekankan bahwa terpilihnya kembali Kim tidak hanya mencerminkan kesinambungan kepemimpinan, tetapi juga penegasan kembali arah nasional yang berlandaskan kesiapan pertahanan, pembangunan infrastruktur, dan pilihan kebijakan berdaulat yang bebas dari campur tangan eksternal.
Seiring terbentuknya strategi lima tahun yang baru, DPRK menampilkan citra konsolidasi internal dan kejelasan strategis, yang ditopang oleh kesinambungan kepemimpinan dan postur pertahanan yang dirancang untuk menghadapi tekanan berkelanjutan dari kekuatan-kekuatan yang bermusuhan. (FG)


