Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 920, Operasi Bantuan Diperluas
Pemerintah mengerahkan angkatan bersenjata, mendistribusikan 2.600 ton bantuan pangan, dan memobilisasi tim penyelamat internasional seiring operasi pencarian yang terus berlangsung
Venezuela, FAKTAGLOBAL.COM – Venezuela memperluas respons daruratnya setelah gempa bumi dahsyat yang mengguncang pesisir utara negara itu. Jumlah korban tewas resmi meningkat menjadi 920 orang dan 3.360 orang lainnya terluka, sementara tim penyelamat terus mencari korban selamat di wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodríguez, mengatakan pada Jumat bahwa pemerintah telah mendistribusikan 2.600 ton bantuan pangan, sementara operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan terus berlangsung, khususnya di negara bagian La Guaira, yang mengalami dampak terkuat akibat gempa.
Menurut data resmi, gempa tersebut menyebabkan 3.360 orang terluka dan merusak 383 bangunan, termasuk rumah tinggal, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum.
Operasi Penyelamatan Ditingkatkan
Jorge Rodríguez mengatakan operasi darurat tetap difokuskan pada penyelamatan korban selamat, evakuasi korban luka, serta penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah juga mencatat kerusakan pada 14 rumah sakit, 25 pusat perbelanjaan, dan lebih dari 1.000 bangunan lainnya. Untuk menjaga jalur darurat tetap terbuka, Rodríguez meminta masyarakat menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke La Guaira, karena jalan-jalan di wilayah tersebut digunakan untuk mengangkut alat berat, bahan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.
Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang keliru setelah beredarnya laporan palsu mengenai tsunami di media sosial.
“Kami meminta masyarakat hanya mengandalkan informasi resmi dan tidak ikut menyebarkan berita palsu,” ujarnya.
Tim Penyelamat Internasional Mulai Berdatangan
Tim penyelamat dari berbagai wilayah Venezuela telah dikerahkan ke La Guaira, termasuk dari negara bagian Zulia, Mérida, Táchira, Trujillo, Barinas, Miranda, Yaracuy, Anzoátegui, Portuguesa, Monagas, dan Cojedes.
Bantuan internasional juga mulai berdatangan. Pemerintah Venezuela mengatakan sedikitnya 861 personel penyelamat khusus dari 16 negara—termasuk Meksiko, Amerika Serikat, El Salvador, Swiss, Kolombia, Spanyol, Ekuador, Cile, dan Panama—ikut ambil bagian dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Penjabat Presiden Delcy Rodríguez sebelumnya mengumumkan militerisasi La Guaira dengan mengesahkan pengerahan segera Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB) untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan dan menjaga keamanan di seluruh wilayah terdampak.
Rumah Sakit Kewalahan
Meski upaya bantuan terus diperluas, operasi penyelamatan masih berlangsung dalam kondisi yang sulit karena ribuan orang masih mengungsi atau mengalami luka-luka.
Delcy Rodríguez mengatakan pemerintah akan melakukan segala yang mungkin “untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang”, seraya menyampaikan solidaritas kepada keluarga para korban tewas dalam bencana yang menjadi gempa paling mematikan di Venezuela dalam lebih dari satu abad.
Rekaman dari Rumah Sakit José María Vargas di La Guaira memperlihatkan para pasien menjalani perawatan di area terbuka ketika fasilitas kesehatan kewalahan menangani besarnya jumlah korban setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah tersebut.
Infrastruktur Tertekan Setelah Bertahun-tahun Sanksi
Besarnya skala bencana ini memperlihatkan tekanan berat yang dialami infrastruktur publik Venezuela setelah bertahun-tahun menghadapi kesulitan ekonomi.
Respons darurat menghadapi tantangan akibat melemahnya institusi publik dan menuanya infrastruktur, kondisi yang diperburuk oleh sanksi Amerika Serikat selama bertahun-tahun, serta langkah-langkah pembatasan yang diberlakukan Uni Eropa dan Britania Raya.
Gempa tersebut mengguncang salah satu kawasan pesisir terpadat di Venezuela, sementara para petugas penyelamat terus berpacu dengan waktu dan pemerintah masih melakukan penilaian terhadap keseluruhan tingkat kerusakan. (FG)



