Laporan: Israel Kirim Sistem Intelijen-Militer ke Somalia Berkedok Kantor PBB
Sebuah pengiriman seberat satu ton berisi sistem komunikasi intelijen-militer canggih dilaporkan dikirim dari Tel Aviv ke Somalia melalui Nairobi dengan menggunakan nama sebuah kantor PBB.
Somalia, FAKTAGLOBAL.COM – Sebuah sistem komunikasi canggih untuk kepentingan intelijen dan militer dilaporkan dikirim dari Tel Aviv ke Somalia dengan menggunakan nama sebuah kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menurut laporan Al Mayadeen yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Laporan itu menyebutkan, pengiriman seberat satu ton tersebut tiba di Somalia pada 21 Juni setelah dikirim dari Tel Aviv melalui Nairobi, Kenya.
Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa muatan tersebut merupakan sistem komunikasi modern yang dirancang untuk keperluan intelijen dan militer.
Menurut laporan tersebut, pengiriman dilakukan oleh Mer Security and Communications, perusahaan Israel yang berkantor pusat di Or Yehuda.
Namun, dokumen pengiriman disebut mencatat kargo itu sebagai kiriman untuk sebuah kantor PBB, meskipun isinya berupa peralatan yang ditujukan untuk kepentingan intelijen dan militer.
Terjadi di Tengah Meningkatnya Kehadiran Israel di Somaliland
Pengiriman tersebut dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya keterlibatan Israel di Somaliland, wilayah yang memproklamasikan diri sebagai negara merdeka di Somalia utara.
Pada 15 Juni, Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi bersama istrinya, Fardowsa Mohamed Roble, melakukan kunjungan resmi ke wilayah Palestina yang diduduki. Keduanya diterima Presiden Israel Isaac Herzog dan meresmikan kantor perwakilan Somaliland di al-Quds yang diduduki.
Israel sebelumnya mengakui kemerdekaan Somaliland pada September 2025 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Langkah tersebut menuai kecaman luas dari negara-negara Arab dan Islam yang kembali menegaskan dukungan mereka terhadap persatuan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Somalia.
Lokasi Strategis di Tanduk Afrika
Somaliland menempati posisi yang sangat strategis karena menghadap Selat Bab al-Mandab dan Teluk Aden, menjadikannya salah satu kawasan paling penting di Tanduk Afrika.
Laporan tersebut menyebut rezim Israel telah lama berupaya membangun pijakan di kawasan itu karena nilai strategisnya. (PW)


