Larijani: Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei Dibesarkan dalam Madrasah Kepemimpinan
Ali Larijani mengatakan Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei dibentuk dalam madrasah kepemimpinan Imam Khamenei dan mampu membimbing Iran di tengah tantangan masa perang.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan bahwa Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei dibesarkan dalam mazhab kepemimpinan, seraya menekankan pengalaman serta kesiapan beliau untuk memimpin negara dalam periode yang kritis.
Larijani menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara telepon dengan Khabar Network Iran terkait terpilihnya Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin baru sistem Islam.
Majelis Khobregan Bertindak Berani di Tengah Perang
Larijani pertama-tama menyampaikan apresiasi kepada Majelis Khobregan Kepemimpinan karena tetap menggelar sidangnya meskipun negara menghadapi kondisi perang.
Ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung ketika negara sedang menghadapi situasi perang yang sangat khusus dan di tengah ancaman yang terus-menerus.
Larijani mencatat bahwa Amerika Serikat berulang kali mengancam akan membombardir sidang Majelis Khobregan, namun para anggota Majelis tetap berkumpul dengan keberanian dan mengambil keputusan.
Proses Hukum dan Konstitusional
Larijani mengatakan bahwa meskipun terdapat berbagai skema musuh dan setelah kesyahidan Imam Khamenei, para musuh mengira Iran akan menghadapi kebuntuan dan mereka akan mencapai tujuan jahat mereka.
Namun demikian, ia menyatakan bahwa Majelis Khobregan dengan cermat menelaah persoalan tersebut sesuai dengan Konstitusi.
“Pada akhirnya, dari berbagai individu yang dipertimbangkan, Yang Mulia Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei dipilih, dan proses ini sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan hukum,” ujarnya.
Larijani menambahkan bahwa terdapat banyak propaganda negatif seputar proses tersebut, namun prosedur yang transparan dan legal yang dilakukan Majelis Khobregan memberikan jawaban yang jelas terhadap narasi tersebut.
Dibesarkan dalam Mazhab Kepemimpinan
Larijani menekankan bahwa Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei adalah putra dari seorang tokoh besar yang telah lama aktif dalam perjuangan sebelum dan sesudah Revolusi Islam.
Ia mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei sendiri juga telah hadir dalam berbagai arena sejak revolusi dan dibesarkan dalam mazhab kepemimpinan.
“InsyaAllah, keberadaan beliau akan menjadi sumber kebaikan dan keberkahan,” kata Larijani.
Dengan mempertimbangkan kondisi sensitif yang dihadapi negara, ia menambahkan bahwa dengan ajaran yang telah ia pelajari dari ayahnya, beliau akan mampu membimbing negara.
Kebutuhan akan Persatuan Nasional
Larijani menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus menjadi simbol persatuan nasional, dan seluruh lapisan masyarakat harus berkontribusi dalam upaya tersebut.
Ia mengatakan bahwa Iran saat ini membutuhkan persatuan dan solidaritas lebih dari sebelumnya, khususnya dalam kondisi perang yang sedang berlangsung.
“Kepemimpinan harus mengelola negara dengan ketegasan selama masa perang,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa mereka yang memikirkan masa depan Iran harus mengesampingkan perbedaan masa lalu dan bersatu di bawah kepemimpinan baru untuk meraih kemenangan dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.
Larijani menutup pernyataannya dengan menyatakan harapan bahwa pada masa kepemimpinan baru ini, Iran akan bergerak menuju pembangunan yang lebih besar, kondisi ekonomi akan membaik, dan stabilitas serta kesejahteraan yang lebih besar akan tercapai bagi rakyat Iran. (FG)


