Larijani: Peradilan Harus Bertindak Tegas terhadap Para Perusuh
Larijani Mendesak Peradilan Menangani dengan Tegas Kekerasan, Pembakaran, dan Ketidakamanan Terorganisir yang Disamarkan sebagai Protes
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan perlunya tindakan tegas dari lembaga peradilan terhadap unsur-unsur yang memicu ketidakamanan, kekerasan, serta perusakan properti publik dan pribadi di tengah kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di sejumlah kota Iran.
Dalam wawancara dengan IRIB, Larijani mengatakan bahwa peradilan harus menghadapi secara tegas mereka yang menciptakan ketidakamanan, membunuh warga sipil, dan merusak aset publik dengan berlindung di balik dalih keresahan sosial.
Membedakan Protes Sah dan Kerusuhan Terorganisir
Larijani menekankan pentingnya membedakan secara jelas antara protes publik yang sah dan kerusuhan yang terorganisir.
Ia mencatat bahwa meskipun sebagian warga menyampaikan tuntutan yang sah terkait kesulitan ekonomi, sebuah arus destruktif yang terorganisir dengan cepat masuk untuk membelokkan tuntutan tersebut ke arah kekerasan dan kekacauan.
Menurut Larijani, pergeseran yang disengaja ini mengubah tuntutan sosial menjadi aksi pembakaran, vandalisme, dan pertumpahan darah, sehingga merusak keselamatan publik dan stabilitas.
Kekerasan Perusuh Menyerupai Taktik Terorisme
Larijani memperingatkan bahwa tindakan kriminal yang dilakukan selama kerusuhan—termasuk pembunuhan, aksi pembakaran, dan sabotase terkoordinasi—sangat menyerupai taktik yang digunakan oleh kelompok teroris seperti Daesh (ISIS).
Ia menegaskan bahwa kekerasan semacam itu hanya akan merugikan masyarakat, mengguncang keamanan nasional, dan memperdalam stagnasi ekonomi.
Dalam beberapa hari terakhir, perusuh yang didukung kelompok monarki telah merusak properti publik dan pribadi di berbagai kota, memblokir jalan, menyerang gedung-gedung administrasi dan kantor polisi, serta melukai sejumlah personel keamanan dan penegak hukum. Sejumlah warga sipil dan aparat keamanan dilaporkan tewas atau terluka akibat kerusuhan tersebut.
Larijani menegaskan kembali bahwa menghadapi kekerasan terorganisir semacam ini merupakan langkah penting untuk menjaga ketertiban umum, melindungi warga, dan mencegah destabilisasi lebih lanjut di dalam negeri. (FG)


