Larijani Peringatkan Konspirasi Operasi Bendera Palsu, Tegaskan Iran Tak Berperang dengan Rakyat Amerika
Para pejabat Iran memperingatkan kemungkinan operasi bendera palsu yang dirancang untuk menjebak Iran, seraya menegaskan bahwa tindakan Teheran bersifat defensif terhadap agresi AS–Israel.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan bahwa Iran tidak memiliki konflik dengan rakyat Amerika sambil memperingatkan adanya kemungkinan operasi bendera palsu yang dirancang untuk menuduh Teheran.
Dalam sebuah unggahan di akun resminya di platform X, Larijani mengatakan bahwa ia mendengar bahwa “sisa-sisa tim Epstein” diduga sedang merancang sebuah konspirasi untuk menciptakan insiden yang mirip dengan serangan 11 September, kemudian menuduh Iran sebagai pelakunya.
Ia menegaskan bahwa Iran pada prinsipnya menentang skenario terorisme semacam itu dan menjelaskan bahwa perselisihan Iran bukanlah dengan rakyat Amerika.
“Iran secara prinsip menentang rencana teroris semacam itu dan tidak berperang dengan rakyat Amerika,” tulis Larijani.
Iran Bertindak dalam Kerangka Membela Diri
Larijani juga menekankan bahwa tindakan Iran saat ini berakar pada pembelaan diri menyusul apa yang ia sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurutnya, respons Iran tetap tegas dan kuat untuk menghukum para agresor.
“Hari ini Iran sedang membela diri dari agresi Amerika Serikat dan Israel, dan dalam pembelaan ini Iran akan bertindak dengan kekuatan dan keteguhan untuk menghukum para agresor,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Peringatkan Kemungkinan Operasi Bendera Palsu
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga memperingatkan bahwa operasi bendera palsu dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Berbicara mengenai isu tersebut, Baghaei menunjuk pada preseden sejarah, dengan menyebut bahwa “Operasi Susannah” yang terkenal pada tahun 1954 menunjukkan bagaimana operasi rahasia semacam itu pernah dilakukan di masa lalu.
Ia menjelaskan bahwa pada masa itu agen-agen Israel menanam bom dan melakukan aksi sabotase terhadap fasilitas milik Inggris di Mesir dengan tujuan menyalahkan pemerintah Mesir dan membenarkan keberlanjutan kehadiran militer Inggris di negara tersebut di tengah perselisihan mengenai Terusan Suez.
Operasi tersebut akhirnya terbongkar dan menyebabkan penangkapan serta korban di antara para pelakunya.
Peringatan kepada Negara-Negara Kawasan
Baghaei mencatat bahwa beberapa dekade kemudian, pada tahun 2003 dan 2004, rezim Zionis secara resmi mengakui bahwa operasi tersebut merupakan tindakan yang terkoordinasi dan terencana.
Ia menambahkan bahwa insiden serupa telah berulang kali terjadi selama beberapa dekade terakhir, meskipun tanggung jawabnya sering kali tidak diakui.
Menurut Baghaei, situasi kawasan saat ini tegang dan kompleks, yang meningkatkan kemungkinan Israel melakukan operasi yang bertujuan menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya.
Merujuk pada pernyataan jurnalis Tucker Carlson tentang dugaan penangkapan agen Mossad di Arab Saudi dan Qatar saat melakukan aksi pengeboman, Baghaei mengatakan bahwa setelah peristiwa tersebut terjadi serangkaian insiden lain, termasuk serangan drone dan rudal di Siprus, Turki, dan Azerbaijan.
Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran secara resmi telah menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut bukan dilakukan oleh Iran.
Meskipun ada pihak yang menyebut kemungkinan drone menyimpang dari jalurnya akibat gangguan elektronik, Baghaei mengatakan bahwa kemungkinan operasi bendera palsu tidak dapat diabaikan.
Ia juga menambahkan bahwa Iran telah menyerukan kepada negara-negara tetangganya untuk tetap berhati-hati dan tidak membuat penilaian yang tergesa-gesa.
“Angkatan bersenjata kami secara terbuka dan dengan berani mengumumkan operasi yang mereka lakukan,” kata Baghaei. “Kami tidak ragu untuk menyatakan bahwa kami menargetkan pangkalan militer Amerika dan fasilitas logistiknya di kawasan sebagai bagian dari pembelaan diri kami.”
Namun ia menekankan bahwa dalam kasus-kasus di mana Iran tidak terlibat, para pejabat Iran juga secara tegas menyatakan hal tersebut.
“Karena itu, isu operasi bendera palsu adalah persoalan yang serius, dan sangat mungkin kita akan menghadapi skenario semacam itu dalam beberapa hari mendatang,” pungkasnya. (FG)


