Lavrov: Aturan Global Runtuh karena AS Tegakkan “Hukum Rimba”
Menlu Rusia mengatakan AS membuang aturan internasional yang telah lama berlaku dan menggantinya dengan politik kekuasaan serta pendekatan “yang kuat berhak menentukan.”
Rusia | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa aturan-aturan global yang telah lama mengatur tata hubungan internasional secara efektif telah runtuh, digantikan oleh sistem di mana kekuatan menentukan hasil, seraya memperingatkan bahwa hukum internasional sedang disingkirkan demi kekuatan sepihak.
Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa, Lavrov mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai tatanan global telah berubah secara mendasar, dengan dampak yang kini dirasakan tidak hanya di Global South dan Global East, tetapi juga di dalam blok Barat itu sendiri.
‘Tatanan Berbasis Aturan’ Ditulis Ulang oleh Satu Negara
Lavrov menunjuk krisis yang sedang berlangsung terkait Greenland dan dorongan Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok wilayah otonom Denmark tersebut sebagai contoh nyata terkikisnya norma-norma internasional.
Ia mengatakan situasi ini menjadi sebuah “kejutan” bagi Eropa Barat, seraya menekankan bahwa “tatanan berbasis aturan” yang selama bertahun-tahun dipromosikan oleh Barat kolektif kini sedang ditulis ulang oleh satu negara saja.
Menurut Lavrov, prinsip-prinsip yang selama ini diklaim dijunjung tinggi oleh negara-negara Barat kini dibuang ketika bertentangan dengan kepentingan strategis Amerika Serikat.
Aturan Ekonomi Juga Ditinggalkan, Kata Lavrov
Menteri luar negeri Rusia itu juga menyoroti upaya Barat dalam menghadapi keunggulan ekonomi China melalui sanksi dan tarif, dengan menyatakan bahwa aturan-aturan lama yang selama ini menjadi dasar hubungan ekonomi internasional telah ditinggalkan.
Ia mengatakan fondasi yang sebelumnya menopang lembaga-lembaga ekonomi global tidak lagi dihormati.
“Tentu saja, AS ingin bernegosiasi, tetapi sejauh ini semua ini terjadi tanpa adanya kriteria bersama yang hingga baru-baru ini menjadi dasar kerja Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia,” kata Lavrov.
“Ini adalah permainan ‘yang kuat berhak menentukan.’”
Moskow Akan Membela Haknya Tanpa Memaksakan Kehendak pada Pihak Lain
Lavrov menegaskan bahwa Rusia akan terus berdialog dengan negara-negara lain berdasarkan prinsip kesetaraan, membela kepentingan nasionalnya tanpa melanggar hak hukum pihak lain.
Pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa Moskow tidak akan membiarkan siapa pun melanggar hak hukum Rusia sendiri.
“Kami akan membela kepentingan kami,” kata Lavrov, seraya menegaskan bahwa Rusia tidak akan mengizinkan siapa pun untuk “bertindak sewenang-wenang terhadap hak hukum kami.” (FG)


