Lavrov: Negara-Negara yang Serang Iran Kini Sadar Mereka Lakukan Kesalahan Sangat Besar
Rusia menyatakan bahwa negara-negara di balik serangan terhadap Iran kini menyadari kesalahan strategis mereka, sementara sejumlah negara menolak bergabung koalisi anti-Iran yang diusulkan Trump
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran kini telah menyadari besarnya kesalahan yang mereka lakukan.
Lavrov mengatakan negara-negara yang berpartisipasi dalam agresi tersebut telah salah memperhitungkan konsekuensinya.
“Jika negara-negara yang merencanakan serangan terhadap Iran mengira mereka dapat menduduki negara itu dalam waktu 24 jam, sekarang mereka telah memahami betapa kelirunya perhitungan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Moskow juga telah menyatakan kesiapan untuk memainkan peran sebagai mediator apabila diperlukan guna membantu menyelesaikan krisis terkait Iran.
Tujuh Negara Tolak Rencana Koalisi Anti-Iran Trump
Sementara itu, sedikitnya tujuh negara telah menolak permintaan Washington untuk bergabung dalam koalisi militer melawan Iran.
Permintaan tersebut dilaporkan berkaitan dengan rencana tindakan untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan.
China dan Prancis menekankan bahwa sengketa harus diselesaikan melalui jalur diplomatik, bukan melalui eskalasi militer.
Inggris dan Jepang secara tegas menolak proposal Amerika tersebut, sementara Korea Selatan menyatakan bahwa rencana itu masih dalam tahap peninjauan dan memerlukan konsultasi lebih lanjut.
Jerman dan Italia Juga Menolak Bergabung
Pemerintah Jerman dan Italia juga mengumumkan bahwa mereka tidak berniat bergabung dengan koalisi yang diusulkan Presiden Donald Trump.
Para analis militer menilai banyak sekutu Amerika Serikat tidak sejalan dengan pendekatan pemerintah Washington saat ini terhadap Iran, terutama karena perang tersebut dimulai tanpa persetujuan mereka.
Selain pertimbangan politik, terdapat pula kendala praktis dalam pembentukan koalisi semacam itu. Pengiriman kapal perang ke kawasan memerlukan waktu dan persiapan yang panjang serta tidak dapat dilakukan secara instan tanpa perencanaan sebelumnya. (FG)



