Lebih dari 7.800 Zionis Dirawat di Rumah Sakit Sejak Perang Dimulai
Data Israel mengungkap ribuan korban luka di bawah sensor ketat, sementara kritik atas biaya perang meningkat dan peringatan dari pejabat Iran kian menguat
Palestine, FAKTAGLOBAL.COM — Jumlah korban luka di rezim Zionis meningkat menjadi 7.834 orang, berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Israel.
Kementerian tersebut mengklaim bahwa sejak awal perang, ribuan Zionis mengalami luka akibat serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran dan Lebanon. Data ini dirilis di bawah sensor militer yang ketat, dengan para pejabat juga mengakui bahwa banyak dari korban luka berada dalam kondisi kritis.
Angka-angka ini memberikan gambaran langka mengenai skala kerusakan internal, di tengah upaya otoritas Israel yang terus membatasi arus informasi terkait korban dan dampak lebih luas dari konflik yang sedang berlangsung.
Biaya Meningkat dan Kritik Menguat
Seiring meningkatnya jumlah korban, kritik terhadap biaya perang juga semakin menguat.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa Amerika Serikat menghabiskan setidaknya $500 juta per hari untuk membombardir Iran, dan menilai bahwa dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.
Ia menegaskan bahwa sumber daya tersebut bisa dialihkan untuk merekrut guru, membangun perumahan publik, dan memperbaiki infrastruktur. Sebagai tanggapan, Donald Trump melancarkan serangan balik dengan menuduh wali kota tersebut “menghancurkan New York” dalam pernyataan yang dipublikasikan di platform media sosialnya.
Iran Peringatkan Bahaya Eskalasi
Di saat yang sama, para pejabat Iran mengeluarkan peringatan tegas terkait konsekuensi dari setiap eskalasi lebih lanjut.
Ahmad Khatami, Imam Jumat Sementara Teheran, menyatakan bahwa tidak ada pihak yang berani lagi menyerang Iran, seraya menegaskan bahwa setiap upaya semacam itu pada akhirnya akan gagal dan bahwa Revolusi Islam akan tetap bertahan.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan, kepercayaan kepada Allah, serta kehadiran rakyat selama masa gencatan senjata, sembari memperingatkan agar tidak mempercayai musuh—bahkan dalam momen yang tampak diplomatis.
Secara keseluruhan, meningkatnya jumlah korban, beban ekonomi yang semakin besar, serta pesan politik yang tegas menunjukkan bahwa konflik ini terus memanas di berbagai front, tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. (FG)


