Macron Ejek Sikap Plin-plan Trump soal Iran: Anda Tak Bisa Kontradiktif Setiap Hari
Macron mengkritik keras perubahan sikap Trump dalam perang Iran, menilai kontradiksi berulang merusak kredibilitas di tengah eskalasi konflik
Prancis, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik langsung terhadap Donald Trump, mengecam apa yang ia sebut sebagai pernyataan yang tidak konsisten dan saling bertentangan terkait konflik Iran.
Berbicara dalam kunjungan ke Korea Selatan, Macron secara terbuka menyindir perubahan sikap Trump:
“Anda harus serius. Anda tidak bisa bertentangan dengan diri sendiri setiap hari… dan mungkin Anda tidak perlu berbicara setiap hari.”
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya frustrasi di kalangan pemimpin Barat terhadap sikap Washington yang terus berubah—berayun antara dorongan eskalasi dan sinyal penahanan diri.
Sikap Trump yang Berubah-ubah Jadi Sorotan
Sejak dimulainya operasi militer yang dipimpin AS, Trump berulang kali mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan terkait strategi, aliansi, dan eskalasi.
Di satu sisi, ia menyerukan dukungan internasional, termasuk dari NATO dan negara-negara yang bergantung pada minyak Asia Barat, untuk mengamankan Selat Hormuz. Namun hampir bersamaan, ia justru menegaskan bahwa Amerika tidak membutuhkan sekutu:
“Kami tidak membutuhkan siapa pun… kami memiliki militer terkuat.”
Trump juga menyerang NATO dengan menyebutnya sebagai “macan kertas,” sembari membuka kemungkinan keluarnya AS dari aliansi tersebut—memperdalam keraguan atas konsistensi kebijakan.
Ancaman Eskalasi—Lalu Mundur
Trump sempat meningkatkan retorika dengan mengancam akan “menghancurkan” infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam.
Namun tenggat tersebut dengan cepat diubah—ditunda lalu diperpanjang—dengan alasan adanya negosiasi yang sedang berlangsung.
Perubahan cepat ini semakin memperkuat persepsi inkonsistensi dalam strategi AS.
Macron Tolak Opsi Militer sebagai “Tidak Realistis”
Macron juga menolak gagasan aksi militer untuk mengamankan Selat Hormuz, menyebutnya tidak realistis.
Ia memperingatkan bahwa operasi semacam itu akan memakan waktu lama dan membuat pasukan rentan terhadap ancaman pesisir serta kemampuan rudal Iran, khususnya milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sebagai gantinya, Macron menegaskan bahwa penyelesaian hanya dapat dicapai melalui:
“gencatan senjata dan dimulainya kembali negosiasi.”
Narasi Perang AS Dipertanyakan
Sejak dimulainya operasi militer, pesan strategis Trump terus berubah di berbagai aspek utama, memunculkan keraguan terhadap kejelasan arah kebijakan.
Sekutu atau Jalan Sendiri
Trump berganti-ganti antara meminta dukungan internasional dan menegaskan kemandirian Amerika.NATO Diserang
Di saat meminta bantuan, ia justru menyebut NATO sebagai “macan kertas” dan membuka opsi keluar dari aliansi.Ancaman Lalu Mundur
Ancaman terhadap Iran tidak diikuti konsistensi, dengan tenggat yang terus direvisi.Tujuan Perang Tidak Jelas
Narasi bergeser dari kontrol penuh atas Hormuz menjadi kemungkinan mengakhiri konflik tanpa mencapainya.Sinyal Eskalasi yang Campur Aduk
Pendekatan Trump berayun antara dorongan aksi militer intensif dan sinyal untuk mengakhiri konflik tanpa mencapai target awal.
Sekutu Barat Mulai Berjarak
Pernyataan Macron muncul di tengah meningkatnya perpecahan di antara sekutu Barat.
Inggris, di bawah Perdana Menteri Keir Starmer, mengambil jarak dari konflik dengan menyatakan bahwa “Iran bukan perang kami,” sementara Prancis juga menolak keterlibatan militer langsung.
Narasi Washington di Bawah Tekanan
Seiring konflik yang terus berlanjut dan ketegangan yang meningkat di kawasan, kritik tajam Macron menyoroti masalah yang lebih dalam: narasi Washington kini tidak hanya dipertanyakan oleh lawan-lawannya, tetapi juga oleh sekutunya sendiri.
(FG)


