Mahdi al-Mashat: Lobi Zionis Dalang Kampanye Penistaan Al-Qur’an
Ia menekankan bahwa respons bangsa Yaman mengirim pesan tegas bahwa penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbol sucinya tidak akan pernah dibiarkan berlalu tanpa perlawanan,
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Mahdi al-Mashat, Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, menyatakan bahwa penghinaan dan penistaan berulang terhadap Al-Qur’an di Amerika Serikat dan negara-negara Barat telah membuka secara terang-terangan permusuhan dan kebencian yang mengakar terhadap Islam dan umat Muslim.
Berbicara di tengah mobilisasi rakyat besar-besaran di seluruh Yaman, al-Mashat memuji jutaan warga Yaman yang turun ke jalan dan alun-alun di berbagai wilayah, serta menggambarkan partisipasi mereka sebagai ekspresi yang jelas dan kuat dari komitmen teguh rakyat Yaman terhadap Al-Qur’an dan kesiapan mereka membela kesucian Islam.
Mobilisasi Massal Yaman Membela Kesucian Islam
Al-Mashat menegaskan bahwa kehadiran rakyat Yaman yang luas dan bersatu mencerminkan kesadaran Qur’ani yang mengakar kuat serta ikatan yang tak terpatahkan dengan nilai-nilai Islam, meskipun Yaman telah bertahun-tahun menghadapi agresi, blokade, dan tekanan.
Ia menekankan bahwa respons bangsa Yaman mengirim pesan tegas bahwa penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbol sucinya tidak akan pernah dibiarkan berlalu tanpa perlawanan, serta bahwa kesadaran rakyat tetap menjadi pilar utama dalam menghadapi proyek-proyek agresi budaya dan keagamaan.
Lobi Zionis Dalang Kampanye Penistaan Al-Qur’an
Pemimpin Yaman tersebut secara langsung menuduh lobi Zionis sebagai pihak yang mengatur dan mengarahkan kampanye terorganisir yang menargetkan Al-Qur’an dan kesucian Islam lainnya, dengan pernyataan tegas:
“Di balik penghinaan terhadap Al-Qur’an berdiri lobi Zionis.”
Al-Mashat menjelaskan bahwa aksi-aksi penistaan yang berulang di Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat bukanlah peristiwa acak atau insiden terpisah, melainkan bagian dari proyek terkoordinasi dan disengaja yang bertujuan memprovokasi umat Islam dan merongrong identitas Islam.
Ia menggambarkan lobi Zionis sebagai kekuatan utama dunia di balik aktivitas Islamofobia, yang memainkan peran sentral dalam mempromosikan permusuhan terhadap Islam, sambil menikmati perlindungan politik dan perlindungan media—terutama di ibu kota-ibu kota Barat yang berpihak pada Israel.
Dalam penutup pernyataannya, al-Mashat menegaskan bahwa bangsa-bangsa Muslim memikul tanggung jawab kolektif untuk menghadapi proyek-proyek permusuhan ini dengan kewaspadaan, persatuan, dan pembelaan teguh terhadap nilai-nilai suci mereka, seraya memperingatkan bahwa kebisuan dan perpecahan hanya akan menyemangati musuh-musuh Islam. (FG)


