Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM – Menurut Kantor Berita Tasnim, dalam beberapa jam terakhir Amerika Serikat telah melancarkan kampanye media dan psikologis yang intens terkait kemungkinan pembatalan—atau kelanjutan—perundingan hari Jumat di Muskat.
Hal ini terjadi meskipun Washington sebelumnya telah menyetujui baik lokasi perundingan (Muskat) maupun kerangka pembicaraan, yakni bahwa dialog akan dibatasi secara ketat pada isu nuklir.
Berdasarkan indikasi yang tersedia, pihak Amerika—bersama Israel—tampaknya menggunakan operasi media ini terutama untuk menguji keteguhan Iran: apakah Teheran akan mundur dari posisi prinsipilnya terkait kerangka yang telah disepakati dan menyerah pada tuntutan Amerika dan Israel untuk memperluas perundingan agar mencakup kemampuan pertahanan Iran dan isu-isu lainnya.
Para pejabat Iran dalam beberapa jam terakhir menegaskan bahwa taktik semacam itu mencerminkan ketidakseriusan pihak Amerika, seraya menekankan bahwa Iran tidak akan mundur dari kerangka perundingan yang telah disepakati sebelumnya.
Kini tampaknya Amerika Serikat dan Israel, setelah menyaksikan sikap Iran yang tegas dan tak tergoyahkan, pada akhirnya kembali menerima kerangka awal, sehingga perundingan pun dipastikan terlaksana.
Beberapa saat lalu, Abbas Araghchi mengumumkan bahwa perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat akan digelar pada hari Jumat sekitar pukul 10.00 pagi di Muskat. (FG)


