Markas Khatam al-Anbiya: Iran Siaga Penuh Hadapi Segala Skenario
Komandan pertahanan udara Iran menegaskan seluruh unit operasional tetap ditempatkan di berbagai wilayah negara dan siap menghadapi segala kemungkinan ancaman.
IRAN, FAKTAGLOBAL.COM – Pimpinan militer Iran kembali menegaskan kesiapan penuh pertahanan negara. Para komandan menyatakan bahwa unit-unit pertahanan udara tetap disiagakan di seluruh wilayah Iran dan siap menghadapi berbagai skenario permusuhan.
Dalam kunjungan ke Kawasan Pertahanan Udara Barat Laut Angkatan Darat Iran, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Ali Reza Elhami, mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi kesiapan maksimal dan siap menghadapi setiap tindakan yang mungkin dilakukan musuh.
Pasukan Pertahanan Udara Tetap Disiagakan
Elhami memuji kinerja pasukan pertahanan udara Iran selama konflik yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai Perang Ramadan. Ia menggambarkannya sebagai salah satu bab penting dalam sejarah militer Iran.
“Pasukan pertahanan udara mencatat sejarah yang membanggakan dalam Perang Ramadan dalam melindungi perbatasan dan kedaulatan Republik Islam Iran,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Iran keluar dari perang yang disebutnya sebagai perang yang tidak seimbang dengan kehormatan dan keteguhan.
Menurutnya, seluruh unit operasional pertahanan udara di berbagai wilayah negara tetap berada di posisi masing-masing untuk menjaga dan melindungi wilayah udara Iran.
Elhami juga menekankan bahwa pertarungan antara kebenaran dan kebatilan telah berlangsung sepanjang sejarah dan masih terus berlanjut hingga hari ini. Ia mengatakan rakyat Iran dan angkatan bersenjata tetap bersatu dalam menghadapi berbagai ancaman eksternal.
“Kami berada dalam kondisi kesiapan seratus persen dan siap menghadapi skenario apa pun yang mungkin dijalankan musuh,” tegasnya.
Pengalaman Perang Harus Didokumentasikan
Komandan tersebut juga memberikan penghormatan kepada personel pertahanan udara Iran yang gugur selama konflik serta memuji peran yang dimainkan oleh anggota Angkatan Darat dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menurut Elhami, pengalaman yang diperoleh selama perang dua belas hari dan Perang Ramadan secara keseluruhan harus didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia menambahkan bahwa ketangguhan yang ditunjukkan personel pertahanan udara telah memperkuat kepercayaan publik dan membuktikan kemampuan Iran dalam menjaga wilayah udaranya di tengah kondisi perang.
Pejabat IRGC: Amerika Meminta Gencatan Senjata Saat Perang Berlangsung
Dalam pernyataan terpisah, Wakil Politik Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Yadollah Javani, mengatakan bahwa Amerika Serikat meminta gencatan senjata pada hari kesepuluh atau kesebelas Perang Ramadan.
Javani menyatakan bahwa Iran memilih melanjutkan operasi militer hingga hari keempat puluh guna memperkuat daya tangkal dan memastikan Washington menerima pelajaran yang tegas.
Ia menambahkan bahwa negosiasi baru diizinkan setelah Iran berhasil menetapkan syarat-syaratnya sendiri.
Menurutnya, Ayatullah Sayyed Ali Khamenei mengizinkan proses perundingan dilanjutkan dari posisi yang bermartabat dan kuat. (FG)



