Mayjen Mousavi: Iran Perkuat Daya Tangkal, Beralih ke Doktrin Ofensif
Pasca perang 12 hari, Iran telah mengubah doktrin militernya dari posisi defensif ke ofensif, dengan mengadopsi perang asimetris dan respons balasan yang tegas.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Seyyed Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan dalam kunjungannya ke kota-kota rudal yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahwa Iran telah secara signifikan memperkuat kekuatan daya tangkalnya melalui peningkatan menyeluruh terhadap rudal balistik.
Mousavi menyatakan bahwa Iran telah meningkatkan kemampuan rudal balistiknya di seluruh dimensi teknis, sehingga memperkokoh postur daya tangkal negara tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran sepenuhnya siap menghadapi setiap tindakan permusuhan dari para musuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa setelah perang 12 hari, Iran telah mengalihkan doktrin militernya dari pendekatan defensif ke ofensif, dengan mengadopsi perang asimetris dan respons balasan yang tegas dan menentukan.
Revisi Doktrin Pertahanan dan Peringatan Strategis
Dalam sebuah inspeksi malam hari terhadap kesiapan tempur salah satu unit militer Iran, Mousavi menjabarkan lebih lanjut pergeseran strategis yang lebih luas dalam doktrin pertahanan Iran.
Ia menegaskan bahwa Iran telah merevisi doktrin pertahanan nasionalnya dan memperingatkan bahwa kesalahan sekecil apa pun dari pihak musuh akan membuka tangan Iran untuk bertindak. Mousavi mengatakan bahwa para lawan—terutama Amerika Serikat—harus memahami bahwa motivasi angkatan bersenjata Iran untuk menghadapi kekuatan musuh tidak pernah sebesar saat ini.
Ia menekankan bahwa tuntutan pembalasan atas peristiwa “hari ketiga belas” masih belum terselesaikan, seraya memperingatkan bahwa setiap salah perhitungan akan dibalas dengan respons yang tegas. Menurut Mousavi, dunia akan menyaksikan wajah yang berbeda dari Iran yang kuat, seraya menambahkan bahwa konfrontasi regional akan melibatkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Merujuk pada konfrontasi-konfrontasi sebelumnya, Mousavi mengatakan bahwa bangsa Iran telah berulang kali membuktikan bahwa Iran “tidak dapat ditelan,” mengingat perlawanan selama perang delapan tahun pada dekade 1980-an serta menyatakan bahwa Iran telah menggagalkan rencana jangka panjang Israel dan Amerika Serikat dalam konflik 12 hari terakhir.
Ia juga menepis klaim bahwa Iran dapat dikenai blokade maritim, dengan menggambarkan negara tersebut sebagai wilayah yang luas, kuat, dan secara geopolitik mustahil untuk dikepung.
Mousavi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seiring berlanjutnya tindakan permusuhan Amerika Serikat dan Israel, Iran telah mengadopsi doktrin ofensif yang berfokus pada operasi cepat, berkelanjutan, serta strategi militer non-linear yang menghantam keras. Ia mengatakan bahwa respons Iran akan bersifat cepat, tegas, dan tidak terikat pada perhitungan Amerika Serikat.
Dengan bersandar pada apa yang ia sebut sebagai janji Ilahi, ketangguhan rakyat Iran, kesiapan angkatan bersenjata, serta kepemimpinan Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, Mousavi menegaskan bahwa Iran sepenuhnya siap menghadapi musuh-musuhnya dan memberikan respons yang menentukan. (FG)


