Media Zionis: Fokuslah pada Realitas Israel yang Mencekik, Bukan Iran
Jurnalis Israel mengecam kemunafikan media dan retorika perang yang digunakan untuk mengalihkan perhatian dari represi domestik
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM — Jurnalis Haaretz Yasmin Levy secara tajam mengkritik media Israel atas liputan mereka yang sensasional dan obsesif terhadap gejolak di Iran, dengan menyebutnya sebagai contoh nyata kemunafikan dan standar ganda.
Retorika Perang Meski Kerusakan Belum Diperbaiki
Levy mencatat bahwa Israel hingga kini belum memperbaiki Rumah Sakit Soroka dan Institut Weizmann, yang keduanya mengalami kerusakan akibat operasi rudal Iran.
Meski demikian, saluran-saluran berita Israel beserta para komentatornya yang berorientasi perang sudah menunjukkan antusiasme untuk kembali ke putaran konfrontasi baru—konflik yang menurutnya diarahkan untuk mengamankan keuntungan politik bagi Benjamin Netanyahu, bukan untuk menyelesaikan persoalan domestik yang nyata.
Obsesi terhadap Iran, Bungkam atas Krisis Israel
Levy menekankan bahwa media Israel telah berhari-hari dengan penuh gairah meliput gejolak di Iran dan menanti keruntuhannya, sementara mengabaikan protes terhadap pemerintahan Netanyahu di dalam negeri.
Ia menulis bahwa jika antusiasme yang sama diarahkan pada protes internal Israel, negara itu mungkin telah terbebas dari atmosfer mencekik yang kini melingkupinya.
Kudeta Yudisial Disembunyikan di Balik Hiruk-Pikuk Perang
Levy menyoroti kontradiksi tajam dalam wacana media Israel, dengan mencatat bahwa sementara media menyerang sistem keagamaan Iran, mereka justru secara rutin memberikan panggung kepada para rabi Zionis ekstremis.
Ia menulis:
“Setiap pemirsa yang mengikuti berita mungkin mengira bahwa demokrasi di Israel hidup dan berkembang, dengan warga yang bebas memprotes para pejabat terpilih mereka. Namun pada kenyataannya, ketika Yariv Levin (menteri kehakiman) sedang menjalankan kudeta yudisial untuk Netanyahu, para pembawa acara televisi berteriak penuh semangat tentang perang dan secara sengaja mengalihkan perhatian ke Iran.” (FG)


