Mendagri Venezuela Janjikan Kemenangan Usai Agresi Teroris AS
Diosdado Cabello Serukan Ketenangan dan Persatuan saat Aparat Keamanan Amankan Caracas Pascaserangan Misil
Venezuela | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Venezuela, Diosdado Cabello, menyatakan pada Hari Sabtu bahwa rakyat Venezuela “akan keluar sebagai pemenang” menyusul apa yang ia gambarkan sebagai agresi militer teroris yang dilakukan Amerika Serikat terhadap warga sipil dan infrastruktur di ibu kota.
Berbicara dari jalan-jalan Caracas pada 3 Januari, Cabello mengecam keras serangan misil dan bom yang dilancarkan pada malam sebelumnya, seraya menyerukan ketenangan, persatuan, dan kepercayaan penuh kepada kepemimpinan politik dan militer negara.
Cabello: Serangan Bertujuan Menyebar Kepanikan namun Gagal
Cabello menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi setelah 28 pekan ancaman yang terus meningkat dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, dengan tujuan jelas untuk menebar ketakutan dan kekacauan di tengah masyarakat.
“Negara ini berada dalam keadaan sepenuhnya tenang,” kata Cabello. “Apa yang mereka coba capai dengan bom dan misil hanya berhasil sebagian. Mereka berharap rakyat bereaksi panik. Mereka gagal. Rakyat ini tahu apa yang harus dilakukan.”
Ia menegaskan bahwa Venezuela tidak jatuh ke dalam keputusasaan yang diharapkan Washington, seraya menekankan bahwa era ketundukan dan ketakutan “sudah menjadi masa lalu.”
Menurut Menteri Dalam Negeri, serangan AS tersebut tidak hanya menargetkan infrastruktur negara dan kelistrikan, tetapi juga kawasan permukiman, dengan bom jatuh di gedung-gedung yang dihuni warga sipil.
Cabello menggambarkan serangan itu sebagai aksi terorisme yang membabi buta terhadap seluruh rakyat Venezuela—termasuk warga yang tidak memiliki afiliasi politik—serta menyebutnya sebagai pukulan langsung terhadap kedaulatan nasional dan stabilitas sosial.
Aparat Keamanan dan Organisasi Rakyat Dikerahkan Secara Nasional
Cabello mengonfirmasi bahwa kekuatan militer dan kepolisian, bekerja sama dengan organisasi rakyat yang terorganisasi, telah dikerahkan sepenuhnya di seluruh wilayah nasional guna menjamin keselamatan publik dan stabilitas negara.
Ia menyebutkan bahwa satuan keamanan melakukan patroli intensif di seluruh Caracas sepanjang malam hingga dini hari, memastikan pengendalian area-area strategis serta mencegah upaya-upaya pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi.
Seruan Persatuan dan Kepercayaan pada Kepemimpinan Nasional
Dalam pesannya kepada publik, Cabello menyerukan kepada rakyat Venezuela agar tetap tenang dan menaruh kepercayaan pada kepemimpinan politik-militer nasional, seraya memperingatkan agar tidak terjebak dalam provokasi yang dimaksudkan untuk menguntungkan apa yang ia sebut sebagai “musuh penjajah dan teroris.”
“Ini bukan pertempuran pertama yang dihadapi rakyat kita,” ujarnya, mengingatkan sejarah panjang perlawanan Venezuela terhadap agresi eksternal. “Kita telah melewati keadaan yang lebih sulit, dan kita akan mengatasinya kali ini juga.”
Seruan kepada Komunitas Internasional
Menteri Dalam Negeri menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap yang jelas dan berprinsip terhadap serangan tersebut, memperingatkan bahwa sikap diam di hadapan pemboman warga sipil sama dengan keterlibatan.
“Organisasi-organisasi yang diam terhadap pembantaian warga sipil dan pemboman kawasan berpenduduk akan menjadi kaki tangan,” kata Cabello, seraya menegaskan bahwa seruannya merupakan panggilan moral, bukan sekadar posisi politik.
Cabello kembali menegaskan bahwa negara tetap stabil dan sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah, serta menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang bekerja tanpa henti sepanjang malam demi mengamankan ibu kota.
Ia juga menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Nicolás Maduro, menyatakan bahwa kepemimpinan nasional secara tegas mengarahkan respons negara dan mengoordinasikan seluruh langkah keamanan dan pertahanan.
“Rakyat Venezuela Akan Menang”
Menutup pernyataannya, Cabello menyebut pemboman pada malam hari tersebut sebagai “serangan pengecut dan keji” yang dilakukan terhadap rakyat yang sedang beristirahat, menegaskan karakter agresi tersebut.
“Jangan kita terjebak dalam provokasi. Jangan kita jatuh dalam keputusasaan,” ujarnya. “Dengan iman dan persatuan, pada akhir pertempuran ini, rakyat Venezuela akan keluar sebagai pemenang.” (FG)


