Menkes Lebanon: Tak Ada Perjanjian yang Dapat Mengompromikan Darah Syuhada
Menkes Lebanon Rakan Nassereddine menegaskan darah para syuhada tidak akan dikorbankan demi perjanjian apa pun, seraya berjanji membangun kembali rumah sakit yang rusak akibat serangan Israel
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM – Menteri Kesehatan Lebanon, Dr. Rakan Nassereddine, menegaskan bahwa pengorbanan para syuhada dalam membela Lebanon tidak akan pernah dikompromikan demi pengaturan maupun perjanjian politik apa pun. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau sejumlah rumah sakit di Kota Tyre yang mengalami kerusakan akibat serangan-serangan Israel baru-baru ini.
Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau tingkat kerusakan yang dialami fasilitas-fasilitas kesehatan serta mengidentifikasi kebutuhan rekonstruksi pada tahap mendatang.
“Lebanon Dilindungi oleh Darah Para Syuhada”
Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Hiram, Dr. Nassereddine memuji dedikasi tenaga medis rumah sakit tersebut. Ia mengingatkan bahwa rumah sakit itu telah kehilangan sejumlah syuhada akibat apa yang disebutnya sebagai serangan Israel yang dilakukan secara sistematis.
Ia menegaskan bahwa Lebanon, yang dijaga oleh darah para syuhada, “akan selalu tetap terlindungi dan tidak akan pernah dikompromikan melalui pengaturan maupun perjanjian apa pun.”
Ia menambahkan bahwa Lebanon akan terus mempertahankan kehormatan, keteguhan, dan perjuangan untuk membebaskan Lebanon selatan.
Pembangunan Kembali Rumah Sakit Menjadi Prioritas
Selanjutnya, Nassereddine mengunjungi Rumah Sakit Jabal Amel dan Rumah Sakit Lebanon Italia, tempat ia bertemu dengan tenaga medis serta meninjau kondisi fasilitas kesehatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap sektor kesehatan Lebanon dilakukan secara sistematis. Namun demikian, rumah-rumah sakit di Lebanon selatan tetap melanjutkan pelayanan kepada masyarakat meskipun mengalami kerusakan.
Nassereddine berjanji bahwa pembangunan kembali rumah sakit pemerintah maupun swasta yang terdampak akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, upaya rekonstruksi juga akan mencakup infrastruktur kesehatan, tenaga medis, ambulans, serta kendaraan pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan akibat serangan Israel.
“Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan yang kami miliki, sekalipun terbatas, untuk mendukung mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna memastikan rumah-rumah sakit memperoleh hak-hak keuangan mereka, sekaligus menindaklanjuti berbagai bantuan untuk proses rekonstruksi. (FG)


