Menlu Iran Tiba di New Delhi untuk KTT BRICS
Menteri luar negeri Iran disambut oleh para pejabat Iran dan India di New Delhi ketika Teheran mendorong negara-negara BRICS untuk menghadapi agresi ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik
India, FAKTAGLOBAL.COM — Seyed Abbas Araghchi tiba di New Delhi pada hari Rabu untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri BRICS, ketika Teheran meningkatkan upaya diplomatik untuk menghimpun dukungan internasional melawan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Araghchi disambut di bandara oleh Mohammad Fathali, Duta Besar Iran untuk India; Ayatullah Abdul Majid Hakeem Elahi; serta para pejabat pemerintah India.
Selama kunjungannya, Araghchi dijadwalkan menghadiri pertemuan para menteri luar negeri BRICS dan mengadakan pembicaraan bilateral dengan para pejabat yang berpartisipasi dalam forum tersebut.
Pertemuan ini merupakan pendahuluan bagi KTT BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung di New Delhi pada bulan September mendatang di bawah presidensi India.




Iran Menuntut Pertanggungjawaban atas Agresi AS-Israel
Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional sekaligus perwakilan nasional Iran di BRICS, mengadakan pertemuan terpisah dengan para mitranya dari Indonesia, Afrika Selatan, Brasil, India, dan Mesir.
Dalam pertemuan tersebut, Gharibabadi menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia mendesak negara-negara anggota BRICS untuk menentang unilateralisme, mendukung penghentian agresi militer, dan membantu meminta pertanggungjawaban para pelaku agresi.
Negara-Negara BRICS Nyatakan Dukungan dan Keprihatinan
Perwakilan dari sejumlah negara BRICS menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama multilateral.
Brasil menyatakan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Iran serta menegaskan kembali penolakannya secara prinsip terhadap serangan militer terhadap Iran.
Afrika Selatan menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan multilateralisme.
India menyatakan bahwa konflik tersebut berdampak pada harga energi, pupuk, dan biaya pengangkutan barang, sambil menyatakan harapan bahwa penghentian pertempuran akan menghasilkan perdamaian yang langgeng.
Mesir menyatakan akan berupaya memainkan peran konstruktif dalam membantu mengakhiri krisis.
Indonesia menyatakan bahwa terdapat peluang besar untuk memperluas kerja sama bilateral dengan Iran dalam kerangka BRICS.
Iran Jadikan BRICS sebagai Forum untuk Menentang Agresi AS dan Israel
Iran memanfaatkan pertemuan BRICS di New Delhi untuk mendorong tindakan nyata terhadap Amerika Serikat dan Israel, dengan menyerukan kepada negara-negara anggota agar menolak unilateralisme dan meminta pertanggungjawaban para pelaku agresi atas pelanggaran hukum internasional. (FG)


