Menlu Polandia: Starlink Milik Elon Musk Hasilkan Uang dari Kejahatan Perang
Warsawa menyatakan jaringan satelit AS digunakan dalam operasi drone Rusia meski ada sanksi dan jaminan Barat
Polandia | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski menuduh layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk memperoleh keuntungan dari kejahatan perang, dengan menyatakan bahwa sistem milik AS tersebut digunakan oleh pasukan Rusia untuk mendukung serangan drone di Ukraina.
Menurut Anadolu, Sikorski menyampaikan tuduhan itu dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan pada hari Selasa di platform X, dengan menyatakan bahwa Starlink, yang dioperasikan oleh perusahaan kedirgantaraan Musk, SpaceX, telah menjadi bagian dari infrastruktur medan perang Rusia.
“Starlink, yang dioperasikan oleh SpaceX milik Musk, telah menjadi bagian dari infrastruktur medan perang Rusia, meskipun ada sanksi Barat dan jaminan berulang bahwa layanan tersebut tidak akan disediakan untuk Moskow,” tulis Sikorski.
Tuduhan Peran Langsung dalam Operasi Militer
Sikorski secara tegas menuduh jaringan satelit tersebut menghasilkan keuntungan dari tindakan perang, dengan mengatakan bahwa peran sistem itu dalam memungkinkan operasi drone Rusia secara langsung berkontribusi pada serangan terhadap sasaran sipil maupun militer di Ukraina.
“Starlink menghasilkan uang dari kejahatan perang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan salah satu tuduhan paling langsung hingga saat ini yang dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Eropa terhadap sebuah perusahaan teknologi Amerika Serikat atas dugaan keterlibatannya di zona perang aktif.
Ketegangan Kembali dengan Elon Musk
Tuduhan ini menghidupkan kembali perselisihan publik yang telah berlangsung lama antara Sikorski dan Musk mengenai peran perusahaan teknologi swasta dalam peperangan modern serta tanggung jawab atas bagaimana produk mereka digunakan.
Musk sebelumnya telah menepis kritik dari Sikorski dan pejabat Eropa lainnya. Dalam sebuah pertukaran pernyataan yang banyak diberitakan tahun lalu, miliarder AS tersebut menyebut menteri luar negeri Polandia itu sebagai “a little man” setelah Sikorski mempertanyakan pengaruh politik dan tanggung jawab strategis Starlink dalam perang di Ukraina.
Peran Starlink dalam Perang Ukraina
Starlink telah memainkan peran penting dalam komunikasi militer Ukraina sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, dengan menyediakan konektivitas internet bagi pasukan Ukraina setelah serangan Rusia melumpuhkan sebagian besar infrastruktur telekomunikasi negara tersebut.
Otoritas Ukraina menyebut sistem tersebut membantu menjaga komando, kendali, dan koordinasi di medan perang.
Namun, laporan sejak 2023 menunjukkan bahwa pasukan Rusia kemungkinan telah memperoleh akses ke terminal Starlink, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa mengenai kegagalan penegakan, pengawasan korporasi, serta peran lebih luas teknologi swasta AS dalam konflik global.
Pernyataan Sikorski menyoroti meningkatnya kegelisahan di Eropa terhadap kekuatan perusahaan teknologi Amerika yang beroperasi di luar kendali negara yang efektif—terutama ketika platform mereka bersinggungan dengan peperangan, rezim sanksi, dan dugaan pelanggaran hukum internasional. (FG)


