Mokhber: Kecelakaan Helikopter Syahid Raeisi Bukan Kecelakaan Biasa
Mantan Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber mengatakan kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Martyr Ebrahim Raeisi bukanlah insiden biasa.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Mohammad Mokhber, penasihat dan asisten Pemimpin Revolusi Islam, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah percaya kecelakaan helikopter yang menyebabkan gugurnya Presiden Martyr Ebrahim Raeisi merupakan sebuah kecelakaan biasa.
Berbicara dalam wawancara televisi yang disiarkan pada 21 Mei 2026, Mokhber menyatakan:
“Saya tidak pernah percaya bahwa kecelakaan helikopter yang melibatkan Martyr Raeisi adalah insiden normal.”
Pernyataan tersebut disampaikan hampir dua tahun setelah tragedi yang mengguncang Iran dan kawasan lebih luas itu, sementara pertanyaan dan berbagai spekulasi mengenai keadaan di balik kecelakaan tersebut masih terus berlanjut.
Mokhber tidak memberikan rincian tambahan mengenai alasan dirinya menganggap insiden itu tidak biasa, namun komentarnya kembali menarik perhatian publik terhadap gugurnya sejumlah pejabat senior Iran di dalam helikopter tersebut.
Detail Kecelakaan Helikopter
Pada 19 Mei 2024, sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran Martyr Ebrahim Raeisi jatuh di wilayah pegunungan dekat Varzaghan di barat laut Iran, menewaskan seluruh sembilan orang yang berada di dalamnya.
Kecelakaan itu terjadi ketika rombongan tiga helikopter yang membawa Raeisi sedang kembali dari peresmian proyek bendungan bersama di perbatasan Iran-Azerbaijan.
Menurut laporan awal Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang dirilis pada 24 Mei 2024, tidak ditemukan jejak peluru maupun sabotase pada puing-puing helikopter, dan helikopter tersebut tetap berada di jalur penerbangan yang telah ditentukan sebelum insiden terjadi.
Laporan itu menyebutkan bahwa sekitar 1,5 menit sebelum kecelakaan, pilot sempat melakukan kontak dengan dua helikopter lainnya, setelah itu helikopter presiden terbakar usai menghantam gunung.
Setelah beberapa hari masa berkabung nasional, Ayatullah Raeisi dimakamkan pada 23 Mei 2024 di kompleks Makam Imam Reza as di Mashhad, kota kelahirannya. Wali Kota Mashhad melaporkan bahwa sekitar tiga juta orang memenuhi jalan-jalan kota untuk menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Turut gugur dalam kecelakaan itu Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, Imam Salat Jumat Tabriz Mohammad Ali Ale-Hashem, Gubernur Azerbaijan Timur Malek Rahmati, bersama sejumlah personel keamanan dan awak helikopter lainnya. (FG)


