Mufti Lebanon Peringatkan Bahaya Hasutan Sektarian — Media Zionis adalah Ancaman Utama
Mufti Jaafari Agung menyerukan persatuan nasional, menolak penghinaan sektarian, dan memperingatkan agenda eksternal yang mendorong perpecahan di Lebanon
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Sheikh Ahmed Qabalan mengeluarkan pernyataan tegas yang memperingatkan bahaya hasutan sektarian dan menegaskan bahwa tidak ada perbedaan yang dapat membenarkan penghinaan, seraya mengidentifikasi media yang berafiliasi dengan Zionis sebagai ancaman paling berbahaya bagi persatuan Lebanon.
Etika Nasional Menolak Penghinaan, Persatuan Tetap Esensial
Sheikh Ahmed Qabalan menekankan bahwa warisan agama, nasional, dan etika Lebanon secara tegas menolak segala bentuk penghinaan, terlepas dari perbedaan politik maupun sektarian. Ia menegaskan bahwa komunitas Kristen, seperti seluruh komunitas Lebanon lainnya, merupakan pilar utama dan mitra esensial dalam negara ini.
Ia mencatat bahwa kritik yang bertanggung jawab demi melindungi Lebanon adalah sah, namun memperingatkan terhadap apa yang ia sebut sebagai “kritik bayaran” yang bertujuan mengguncang negara dan memicu perpecahan internal.
Media Zionis Dorong Perpecahan
Sheikh Ahmed Qabalan memperingatkan bahwa media yang berafiliasi dengan Zionis secara aktif memicu fragmentasi nasional, menggambarkannya sebagai pihak yang mahir dalam mengobarkan krisis nasional dan kehancuran keagamaan.
Ia menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh berubah menjadi penghinaan, dan standar yang harus dijaga adalah nurani kemanusiaan serta tanggung jawab etis, terutama ketika Lebanon menghadapi tekanan eksternal yang semakin meningkat.
Sheikh Ahmed Qabalan juga menegaskan kembali peran nasional Bechara Al-Rahi, dengan menyatakan bahwa Yang Mulia Patriark Bechara Al-Rahi adalah mitra nasional yang sah dan berhak memegang posisi yang bertanggung jawab, sembari dengan tegas menolak segala upaya mengubah perbedaan politik menjadi permusuhan sektarian.
Komunitas Syiah Menanggung Ketidakadilan Terbesar
Dalam bagian kedua pernyataannya, Sheikh Ahmed Qabalan menyatakan bahwa komunitas Syiah telah mengalami ketidakadilan terbesar di Lebanon, meskipun telah memberikan pengorbanan selama puluhan tahun demi membela negara.
Ia menyatakan bahwa jika loyalitas kepada Lebanon dan kedaulatannya dapat didefinisikan sebagai sebuah mazhab, maka loyalitas itu akan terwujud dalam komunitas Syiah, seraya menegaskan komitmen historis mereka terhadap negara.
Peringatan terhadap Hasutan dan Keruntuhan Nasional
Sheikh Ahmed Qabalan memperingatkan apa yang ia sebut sebagai “fitnah bertopeng” dan “investasi politik kotor” yang bertujuan mendorong Lebanon menuju kehancuran nasional, khususnya melalui upaya yang mendukung negosiasi langsung dengan apa yang ia sebut sebagai Israel teroris.
Ia memperingatkan agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran sektarian, dengan menekankan bahwa ada pihak-pihak yang berusaha merusak persatuan historis Lebanon dan memicu permusuhan antara Kristen dan Muslim.
“Tidak ada bahaya yang lebih besar bagi Lebanon selain mereka yang mempromosikan fitnah keagamaan dan konflik sektarian,” tegas Sheikh Ahmed Qabalan.
Menutup pernyataannya, ia menekankan bahwa tugas utama seluruh komunitas Lebanon adalah melayani negara dan menjaga persatuannya.
“Perintah mendasar adalah melayani Lebanon—bukan menjadi bahan bakar bagi kehancuran nasional,” ujar Sheikh Ahmed Qabalan.
Pernyataan Lengkap Mufti Qabalan
Atas dasar tanggung jawab umum dan segala implikasinya, saya mengatakan: warisan agama, nasional, dan etika kita tidak membenarkan adanya penghinaan, betapapun besar perbedaan kita dengan pihak lain. Komunitas Kristen, sebagaimana komunitas Lebanon lainnya, adalah pilar kokoh dan mitra pembentuk negara tercinta ini. Tidak satu pun dari kita melakukan atau mempromosikan penghinaan.
Kami tidak takut kepada mereka yang mengkritik secara bertanggung jawab demi Lebanon; yang kami khawatirkan adalah mereka yang menjadikan kritik bayaran sebagai profesi untuk membakar Lebanon. Tidak ada bahaya yang lebih besar bagi negara ini selain media yang berafiliasi dengan Zionis, yang mahir memainkan permainan pembantaian nasional dan penghancuran agama.
Yang Mulia Patriark Bechara Al-Rahi adalah mitra nasional dan berhak atas posisi yang bertanggung jawab, dan kami secara tegas menolak perubahan perbedaan menjadi penghinaan. Standarnya adalah nurani kemanusiaan dan etika, serta apa yang dituntut bagi negara ini yang tersalib oleh terorisme Zionis.
Tidak satu pun dari kita menyimpang dari kehormatan Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw, serta kewajiban perjanjian samawi dan keseimbangannya. Yang menjadi kekhawatiran justru adalah sarang permainan regional dan internasional serta mereka yang bersekutu dengannya di dalam Lebanon. Apa yang dituntut dari komunitas Syiah di tingkat nasional, juga dituntut dari komunitas Kristen.
Demi sejarah, saya katakan: tidak ada ketidakadilan di negara ini yang lebih besar daripada yang dialami komunitas Syiah, meskipun telah memberikan pengorbanan selama puluhan tahun untuk negeri tercinta ini. Jika loyalitas kepada Lebanon dan kedaulatannya adalah sebuah mazhab, maka loyalitas itu adalah mazhab Syiah.
Yang kami khawatirkan adalah fitnah yang tersembunyi di balik barisan dan topeng, serta permainan investasi kotor yang melayani proyek bunuh diri nasional dengan mendukung negosiasi langsung dengan Israel teroris. Waspadalah agar tidak terjerumus ke dalam fitnah kehancuran sektarian, karena ada pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Lebanon dan merobek persatuan historisnya.
Tidak ada bahaya yang lebih besar bagi Lebanon selain mereka yang mempromosikan fitnah keagamaan dan permusuhan Kristen–Muslim. Perintah utama adalah melayani Lebanon, bukan menjadi bahan bakar bagi tungku kehancuran nasional.
(FG)


