NBC: China Muncul sebagai Pemenang Utama dari Kunjungan Trump ke Beijing
NBC News menyebut presiden AS diperkirakan hanya akan meraih hasil terbatas, sementara China memperkuat posisinya sebagai kekuatan global dan calon mediator perdamaian di Asia Barat.
China, FAKTAGLOBAL.COM — NBC News melaporkan bahwa Donald Trump kemungkinan tidak akan mencapai terobosan besar selama kunjungan tiga harinya ke China, sementara Beijing berada dalam posisi untuk meraih keuntungan diplomatik dengan memperkuat citranya sebagai kekuatan dunia utama dan kemungkinan mediator di Asia Barat.
Menurut laporan tersebut, baik Trump maupun Presiden China Xi Jinping diperkirakan hanya akan mengejar kemenangan yang terbatas dari pertemuan puncak itu, tanpa adanya perubahan signifikan yang diharapkan dari pembicaraan mereka.
NBC: Beijing Perkuat Posisi Globalnya
NBC News menyebut pertemuan ini sebagai kemenangan politik bagi China, khususnya dalam meningkatkan kredibilitasnya sebagai kekuatan global yang sedang bangkit dan sebagai negara yang dapat memainkan peran lebih besar dalam upaya memulihkan stabilitas di Asia Barat.
Laporan itu mencatat bahwa Trump sedang mencari kerja sama yang lebih besar dari China terkait Iran, meskipun sebelumnya ia mengklaim bahwa Washington tidak membutuhkan bantuan Beijing dalam isu tersebut.
Perubahan sikap ini menegaskan pentingnya strategis hubungan erat China dengan Teheran serta semakin besarnya pengaruh Beijing dalam diplomasi regional.
Trump Tiba di Beijing Setelah Kunjungan Tertunda
Media Amerika melaporkan bahwa Trump memulai kunjungan resminya ke China pada hari Selasa atas undangan Xi Jinping.
Perjalanan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari itu semula direncanakan sebelum agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada April lalu, namun ditunda akibat konflik tersebut.
Sebelum berangkat, Trump secara terbuka menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan bantuan China dalam menghadapi Iran.
Mantan Pejabat AS: Trump Lelah Menghadapi Iran
Dalam wawancara terpisah dengan BBC News, David Schenker, mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, mengatakan bahwa Trump semakin frustrasi karena Iran menolak menerima tuntutan Washington.
“Trump sudah lelah menghadapi Iran dan tidak ingin melanjutkan perang,” kata Schenker.
Ia menambahkan bahwa sangat mengejutkan bahwa rakyat dan kepemimpinan Iran tidak menyerah meskipun menghadapi tekanan berkelanjutan dan eskalasi militer.
Keteguhan Iran Ubah Perhitungan Diplomatik
Kegagalan kampanye militer Amerika Serikat dan Israel untuk mematahkan keteguhan Iran semakin memengaruhi perhitungan diplomatik di Washington.
Setelah bertahan menghadapi serangan Amerika dan Israel selama berminggu-minggu, Republik Islam Iran berhasil mempertahankan posisi strategisnya dan memaksa para lawannya untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka.
Keputusan Trump untuk mencari pembicaraan dengan China, mitra dekat Teheran, menyoroti semakin besarnya pengaruh negara-negara yang mendukung tatanan dunia multipolar serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan koersif Amerika. (FG)


