Nyawa Terus Melayang: Gaza Terjebak Cuaca Ekstrem, Blokade, dan Tekanan Militer
Bayi-bayi meninggal akibat paparan dingin saat serangan Israel, banjir di tempat pengungsian, dan lumpuhnya sistem kesehatan memperparah bencana kemanusiaan di Gaza
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Cuaca dingin terus merenggut nyawa di seluruh Jalur Gaza, sementara aksi militer Israel yang berlanjut, banjir meluas, dan runtuhnya layanan dasar semakin memperdalam krisis kemanusiaan yang telah berada pada tingkat paling parah.
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada Kamis bahwa satu orang tewas dan 13 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir, seiring serangan Israel dan memburuknya kondisi hidup yang terus menghancurkan Gaza.
Kementerian memperingatkan bahwa banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau berada di wilayah yang tidak dapat dijangkau ambulans dan tim Pertahanan Sipil akibat pemboman yang berlanjut, kerusakan jalan, serta kondisi musim dingin yang ekstrem.
Korban Tewas dan Luka Sejak Gencatan Senjata Diumumkan
Menurut kementerian, sebanyak 395 orang telah terbunuh dan 1.088 lainnya terluka sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, dengan 634 jenazah berhasil dievakuasi selama periode tersebut.
Meski terjadi penghentian sementara serangan udara skala besar, tembakan drone Israel, serbuan terarah, serta runtuhnya bangunan yang telah rusak secara struktural terus menimbulkan korban hampir setiap hari.
Pejabat kesehatan melaporkan bahwa total korban tewas akibat agresi Israel yang dimulai pada 7 Oktober 2023 kini mencapai 70.669 martir, dengan 171.165 orang terluka. Angka ini masih belum final, karena tim penyelamat belum dapat mengakses puluhan lingkungan yang hancur di Gaza utara dan tengah, di mana seluruh keluarga diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan.
Bayi Meninggal, Korban Paparan Dingin Terus Bertambah
Kementerian juga mengonfirmasi wafatnya bayi berusia satu bulan, Saeed Usaid Abdeen, yang meninggal akibat paparan dingin parah di tengah runtuhnya kondisi hidup di Gaza. Dengan kematian ini, jumlah korban yang meninggal akibat cuaca dingin dan tekanan cuaca berkepanjangan meningkat menjadi 13 orang.
Otoritas kesehatan menyebut kematian-kematian ini sebagai akibat langsung dari kondisi yang diciptakan oleh blokade dan penghancuran infrastruktur sipil, di mana keluarga-keluarga pengungsi hidup di tenda-tenda robek, bangunan rusak, dan ruang kelas tanpa pemanas yang memadai untuk menghadapi badai musim dingin.
Banjir, Bangunan Runtuh, dan Krisis Pengungsian
Tim Pertahanan Sipil melaporkan banjir meluas di wilayah-wilayah pengungsian, runtuhnya 17 bangunan hunian, serta keruntuhan parsial berbahaya pada lebih dari 90 bangunan lainnya, ketika badai musim dingin melanda Jalur Gaza.
Ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi kini terpapar suhu beku, hujan deras, dan kondisi tempat tinggal yang tidak aman.
Para dokter memperingatkan bahwa anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis menghadapi risiko tertinggi, sementara rumah sakit beroperasi hingga empat kali lipat dari kapasitas normal.
Fasilitas medis kesulitan menangani lonjakan kasus hipotermia, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit yang ditularkan melalui air, di tengah kelangkaan bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis.
Bantuan Masih Terhambat, Serangan Berlanjut
Organisasi bantuan melaporkan bahwa pasokan perlindungan musim dingin masih sangat tidak mencukupi, dengan hanya sebagian kecil dari material tempat tinggal yang dijanjikan berhasil masuk ke Gaza akibat pembatasan Israel yang terus berlangsung.
Sejak gencatan senjata dimulai, pendudukan Israel telah melakukan lebih dari 760 serangan, penyerbuan, dan penembakan, yang menewaskan ratusan warga sipil serta menghambat operasi kemanusiaan. Masuknya bantuan tetap jauh di bawah tingkat yang disepakati, dengan jumlah truk harian hanya mencapai 39 persen dari yang dijanjikan.
Seruan untuk Akses Kemanusiaan Mendesak
Otoritas Gaza menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera turun tangan guna menjamin akses kemanusiaan yang aman, memungkinkan rekonstruksi, dan mencegah jatuhnya korban tambahan seiring memburuknya kondisi musim dingin.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa data korban terbaru dan interaktif tersedia melalui platform resminya, yang terus mendokumentasikan dampak agresi dan blokade terhadap rakyat Palestina. (FG)



