Operasi Penyisiran Keamanan di Sheikh Maqsoud, Aleppo di Tengah Ketegangan
Tentara Suriah menangkap pejuang SDF yang didukung AS seiring berlanjutnya bentrokan dan sengketa gencatan senjata di Aleppo utara
Suriah | FAKTAGLOBAL.COM — Tentara Suriah mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka telah menyelesaikan operasi penyisiran keamanan di lingkungan Sheikh Maqsoud, Aleppo, di tengah ketegangan dan bentrokan yang terus berlangsung dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat.
Otoritas Suriah mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, seraya memperingatkan bahwa pejuang bersenjata SDF dan unsur yang terkait dengan PKK diyakini masih bersembunyi di sejumlah bagian lingkungan tersebut.
Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, seorang sumber militer mengonfirmasi penangkapan sejumlah anggota SDF selama operasi berlangsung, serta penyitaan persenjataan menengah dan berat.
Operasi tersebut digambarkan sebagai bagian dari upaya memulihkan keamanan dan membongkar kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan permukiman sipil.
SDF Membantah Kehilangan Kendali
SDF menolak pengumuman Tentara Suriah tersebut, dengan menyatakan bahwa pasukan mereka masih aktif di dalam Sheikh Maqsoud dan membantah bahwa Damaskus telah sepenuhnya mengamankan lingkungan itu.
Klaim yang saling bertentangan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah Aleppo utara, di mana bentrokan berulang kali terjadi antara pasukan yang berafiliasi dengan Tentara Suriah dan unit-unit SDF.
Bentrokan Kembali Terjadi dan Kekhawatiran Sipil
Pada Kamis, sejumlah lingkungan di kota Aleppo menyaksikan pecahnya kembali pertempuran, yang mendorong peringatan dari otoritas serta meningkatkan kekhawatiran di kalangan warga sipil.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa warga di Sheikh Maqsoud dan distrik tetangga al-Ashrafieh berharap terjadi de-eskalasi, karena konfrontasi yang terus berlangsung mengancam keselamatan warga sipil.
Observatorium tersebut mengutip pengumuman dari pemerintah transisi yang mengindikasikan fase eskalasi baru, yang menurut mereka dapat semakin membahayakan warga yang terjebak di zona konflik.
Gencatan Senjata Diumumkan, Lalu Diperselisihkan
Pada 9 Januari, Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan gencatan senjata yang mencakup lingkungan al-Ashrafieh, Sheikh Maqsoud, dan Bani Zaid, yang mulai berlaku pukul 03.00 waktu setempat.
Sesaat sebelum pengumuman gencatan senjata, kementerian tersebut mengeluarkan peringatan yang memberi warga di sejumlah wilayah Aleppo waktu 20 menit untuk mengungsi sebelum serangan yang menargetkan posisi SDF.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, kelompok-kelompok bersenjata diminta meninggalkan Aleppo paling lambat pukul 09.00 dengan hanya membawa senjata ringan pribadi. Namun, sumber-sumber keamanan Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada penarikan pasukan yang terjadi sepanjang malam, sehingga menimbulkan keraguan atas pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Dewan Kurdi Menolak Tuntutan Penarikan
Setelah pengumuman gencatan senjata, SDF dan dewan-dewan Kurdi yang berafiliasi dan mengelola Sheikh Maqsoud serta al-Ashrafieh menolak persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah transisi di Damaskus.
Dalam pernyataan yang dimuat media lokal, dewan-dewan tersebut menyebut seruan agar pejuang Kurdi menarik diri dari Aleppo sebagai “seruan untuk menyerah,” seraya menegaskan bahwa warga dan unit keamanan lokal bertekad untuk tetap tinggal di lingkungan mereka dan mempertahankannya.
Pernyataan itu juga menuduh pasukan pemerintah transisi melancarkan serangan dengan menggunakan persenjataan berat serta melakukan penembakan intensif di dalam dan sekitar wilayah tersebut.
Situasi ini mencerminkan berlanjutnya ketidakstabilan di Suriah utara, di mana formasi bersenjata yang didukung Amerika Serikat masih bertahan di kawasan perkotaan meskipun telah berulang kali diumumkan gencatan senjata. Otoritas Suriah kembali menegaskan bahwa pemulihan kendali negara dan pembongkaran struktur militan yang didukung asing merupakan hal penting untuk melindungi warga sipil dan menjaga kedaulatan Suriah. (FG)


