Panglima Militer Pakistan Temui Mayor Jenderal Abdollahi di Teheran
Pakistan Lanjutkan Upaya mediasi sementara Iran tegaskan kesiapan pertahanan dan pertanyakan kredibilitas AS.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Panglima Angkatan Darat Pakistan bertemu dengan Mayor Jenderal Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, dalam kunjungan resmi ke Teheran sebagai bagian dari upaya diplomatik yang terus berlangsung untuk mengakhiri perang.
Pertemuan ini berlangsung di tengah peran Pakistan sebagai mediator dalam memfasilitasi negosiasi, setelah beberapa putaran pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan terobosan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pakistan menyampaikan laporan mengenai langkah-langkah yang telah diambil dalam kerangka upaya mengakhiri perang, termasuk rincian negosiasi terbaru yang digelar di Teheran.
Panglima Pakistan menegaskan kelanjutan upaya tersebut, serta kembali menegaskan komitmen Islamabad untuk mendorong solusi melalui jalur negosiasi meski menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang belum terselesaikan.
Iran Tegaskan Kapabilitas Pertahanan
Mayor Jenderal Abdollahi, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi atas sikap dukungan pemerintah dan rakyat Pakistan terhadap Iran dalam apa yang ia sebut sebagai serangkaian perang yang dipaksakan.
Ia menyatakan bahwa dimulainya agresi oleh pihak lawan berakar dari salah perhitungan terhadap bangsa Iran—terutama terkait ketangguhan rakyatnya dan kapabilitas pertahanan Angkatan Bersenjata Iran.
Abdollahi juga menyoroti kehadiran aktif rakyat Iran dan dukungan mereka terhadap Angkatan Bersenjata sebagai faktor penentu dalam konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan yang digunakan dalam perang diproduksi secara domestik oleh generasi muda Iran, yang mencerminkan kemandirian pertahanan negara.
Ia menambahkan bahwa tidak ada keraguan bahwa dalam menghadapi setiap tindakan permusuhan, Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap menjalankan pertahanan secara menyeluruh.
Iran Pertanyakan Niat Amerika Serikat
Dalam perkembangan terkait, Iran menyampaikan keraguan serius terhadap kredibilitas Amerika Serikat menjelang kemungkinan dimulainya kembali putaran negosiasi baru.
Meski terdapat laporan bahwa pembicaraan dapat dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan di bawah mediasi Pakistan, para pejabat Iran tetap meragukan kesiapan Washington untuk bersikap konsisten dan dapat dipercaya. Keraguan ini berakar dari pola perubahan sikap dan komitmen yang tidak dipenuhi dalam putaran negosiasi sebelumnya.
Pembicaraan terbaru di Islamabad, yang berlangsung lebih dari 20 jam, berakhir tanpa kesepakatan, dengan sejumlah isu utama masih belum terselesaikan—terutama terkait pencabutan sanksi, pengayaan uranium, serta kendali atas jalur transit strategis seperti Selat Hormuz. Sumber-sumber Iran menyebut tuntutan berlebihan dari pihak AS sebagai faktor utama yang menghambat kemajuan.
Iran melalui jalur diplomatik telah menyampaikan bahwa setiap negosiasi di masa depan harus didahului oleh langkah konkret dari Washington, termasuk kepatuhan terhadap komitmen sebelumnya serta penghentian tuntutan maksimalis. Tanpa prasyarat tersebut, Teheran menilai bahwa pembicaraan lanjutan tidak akan menghasilkan hasil yang berarti maupun berkelanjutan.
Posisi ini mencerminkan penilaian lebih luas Iran bahwa jalur negosiasi saat ini belum memiliki fondasi yang memadai untuk mencapai kesepakatan yang kredibel, meskipun upaya mediasi tetap berjalan secara paralel. (FG)


